Rabu, 25 Juli 2012

BUKTI KEPALSUAN KITAB SUCI KRISTEN

Ternyata Alkitab penuh kontradiksi
Oleh: Masyhud, SM

1. Injil Kristen bukan firman tuhan
Umat Islam meyakini bahwa Allah pernah menurunkan kitab suci kepada Nabi Isa as. (Yesus) yang bernama Injil. Tetapi Injil yang dipercayai oleh umat Kristen itu: Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes bukanlah firman Allah yang disampaikan pada Nabi Isa, melainkan catatan kehidupan Yesus yang ditulis oleh orang-orang yang belum pernah bertemu Yesus. Dan kitab itu pun sangat dipertanyakan kebenarannya, karena menurut hasil penelitian 72 pakar Alkitab kaliber internasional yang tergabung dalam “The Jesus Seminar” menyatakan:
“Eighty-two percent of  the words ascribed to Yesus in the Gospels were not actually spoken by him.”1
(82 persen kalimat yang katanya diucapkan Yesus di dalam kitab-kitab Injil sebenarnya tidak pernah diucapkan oleh Yesus.)
       Nabi Muhammad saw. Menyuruh umat Islam agar bersikap kritis terhadap apa yang disampaikan oleh ahlu kitab:

“Apabila ada ahli kitab yang berkata kepadamu, maka janganlah kamu benarkan dan jangan pula kamu dustakan. Katakanlah: “kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan kepada orang-orang sebelum kami dari Tuhan (Rabb) kami.” Apabila yang disampaikan itu haq (benar), janganlah kamu dustakan. Jika bathil janganlah kamu benarkan.” (HR. Abu Dawud)
Standar untuk menguji kebenaran kitab suci ahli kitab (Yahudi – Nashrani) adalah Al-Qur’an. Jika ayat-ayat kitab suci Kristen sesuai dengan Al-Qur’an berarti ia benar (tetapi kita tidak bisa memandangnya sebagai firman Allah). Sebaliknya bila bertentangan berarti bathil, dan kita wajib menolak kebathilan itu.
Dalam tradisi Islam, meskipun dalam pandangan kita matan (kandungan) sebuah hadis itu benar, tetapi karena salah satu perawinya walaupun ia sangat jujur namun memiliki kelemahan seperti hafalannya kurang kuat lagi, maka hadis yang diriwayatkannya bisa dinilai dha’if (lemah) dan tidak bisa dipakai untuk berhujjah dalam masalah akidah. Apalagi jika perawinya itu pendusta, maka hadis yang diriwayatkannya bisa disebut hadis maudlu’ (palsu), dan ia sangat tidak bisa dipakai dalil.
Kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes yang mencatat kehidupan nabi Isa alaihis salam (Yesus) samasekali tidak memiliki sanad mulai dari penulisnya yang sampai sekarang masih misterius (majhul) sampai pada siapa murid (sahabat) Yesus yang menyampaikannya.
Delapan puluh dua persen ayat-ayat Injil yang disuapkan pada mulut Yesus, padahal Yesus tidak pernah mengucapkannya, jelas merupakan ayat-ayat palsu (maudlu’). Sedangkan sisanya (18%) meskipun pakar-pakar Alkitab (Bibel) menganggapnya mungkin diucapkan oleh Yesus, tetapi karena tidak memiliki sanad (daftar silsilah periwayatan) — maka dalam tradisi Islam dengan membandingkan cara menilai kualitas sebuah hadis — ayat-ayat tersebut tetap dianggap palsu, atau nilai tertinggi adalah ayat dha’if (lemah).
Sebagian ulama hadis berpendapat, hadis yang lemah karena perawinya tua sehingga hafalannya kurang kuat lagi, derajatnya bisa naik menjadi hadis hasan (baik) jika terdapat perawi lain yang kondisinya sama juga meriwayat hadis tersebut. Sehingga hadis itu kita sebut hadits hasan li ghairihi (hadis bernilai baik karena ditopang hadis lainnya).
Jika kita berbaik (lemah). Kemudian ternyata dalam Al-Qur’an juga terdapat ayat yang maknanya hati kepada 18% ayat-ayat kitab Injil tersebut dengan mendongkrak nilainya menjadi ayat dha’if sama, maka kita bisa mengangkatnya lagi menjadi ayat hasan li ghairihi (ayat bernilai baik karena ditopang oleh Al-Qur’an).
Diantara ayat yang bisa kita nilai hasan adalah yang berbunyi:
Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:10)
Yang perlu diingat, ayat pada kitab Injil bukanlah firman Allah, melainkan sabda Yesus. Jadi derajatnya sejajar dengan hadis nabi Muhammad saw.
Jika umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan Allah, sehingga sabda Yesus itu adalah Firman Allah. Kita perlu menunjukkan bahwa sudah terbukti dari catatan harian yang ditemukan di gua Qumran tempat persembunyian Yesus, ternyata sebelum terjadi peristiwa penyaliban, Yesus menikah dengan Maria Magdalena. Masuk akalkah Tuhan menikahi manusia?

2. Penambahan dan Pengurangan ayat-ayat
Umat Kristiani merasa bangga dan yakin bahwa kitab sucinya (Bibel) terutama Perjanjian Baru berasal dari Tuhan. Para penu­lisnya selalu mendapat bimbingan dari Roh Kudus, sehingga apa yang ditulisnya itu pasti benar. Ayat-ayatnya tidak akan mengala­mi penambahan, penyisipan ataupun pengurangan yang dilakukan oleh tangan-tangan manusia. Sebab ada ayat Bibel yang menjamin kesu­ciannya sebagaimana yang dapat kita baca berikut ini:
“Aku kepada setiap yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Tuhan akan menambahkan kepadanya melapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jika seseorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Tuhan akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” (Wahyu 22:18-19)
Ada dua poin yang ditekankan pada ayat ini:
a.    Orang yang menambah perkataan pada ayat-ayat Tuhan, pasti akan mendapat malapetaka.
b.    Orang yang mengurangi perkataan pada ayat-ayat Tuhan, niscaya akan diambil dari pohon kehidupan dan dari kota kudus.
Kitab suci yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarnnya ini, ternyata masih memberi peringatan. Tetapi ancaman yang termaktub dalam kitab Wahyu 22:18-19 itu diabaikan dan tidak memiliki kekuatan lagi. Sehingga para penulis dan penerjemah maupun penerbit Alkitab tidak mau menghi­raukan peringatannya. Mereka dengan leluasa menambah atau mengu­rangi kata-kata atau kalimat pada kitab suci mereka sendiri. Di antaranya:
Pengurangan atau penambahan 12 ayat pada Injil Markus
Pada Alkitab (Bibel) edisi Indonesia, Injil Markus berakhir pada pasal 16 ayat 20. Begitu pula tafsir Alkitab Liberty Bible Commentary karya tokoh Kristen radikal Amerika Serikat, Jerry Falwell, atau Alkitab versi lainnya, Injil tersebut berakhir pada ayat yang sama.
Sedangkan The Holy Bible New International Version, di bawah pasal 16 ayat 8 terdapat garis tegas yang memisahkannya dari ayat berikutnya (16:9-20). Di bawah garis tersebut terdapat peringatan yang berbunyi:
“The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20.”2
(Dua manuskrip yang paling tua (codex Sinaiticus dan codex Vati­canus) tidak memiliki Markus 16:9-20).
Revised Standard Version tahun 1955 membuang 12 ayat (16:9-20) dan meletakkannya menjadi foot note (catatan kaki) bagi ayat 8.
Jay E. Adams dalam The Christian Counselor’s New Testament, membuang habis 12 ayat tersebut. Setelah ayat 8, dia hanya memberi nomor 9-20 dengan tanda foot note 1 yang berbunyi:
“These verses are ommited by the better MSS. An alternative shorter ending is found in some.”3
(Ayat-ayat ini (16:9-20) tidak ada pada manuskrip-manuskrip terbaik. Penutup lebih pendek seperti ini (hanya berakhir pada 16:8) bisa ditemukan pada beberapa versi lainnya).

Terjemah dan tafsir Perjanjian Baru The Five Gospels, The search for the Authentic Words of Jesus yang ditulis oleh Robert W. Funk, Roy W. Hoover dan The Jesus Seminar sama sekali tidak memuat Markus 16:9-20 dan tidak memberi komentar apa-apa.
Penambahan pada Injil Matius
Sebenarnya, Injil Matius pasal 28 berakhir pada ayat 15, sedangkan lima ayat berikutnya, Matius  28:16-20, adalah ayat-ayat yang baru ditambahkan oleh Gereja kemudian. Mereka yang dikaruniai akal sehat yang membaca pasal 28 ini dengan cermat akan segera mendeteksi bahwa Injil Matius 28:15 merupakan penutup Injil Matius.
“Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita ini tersiar diantara orang Yahudi sampai saat ini” (Matius 28:15)
Kata-kata yang dicetak tebal di atas, "cerita ini tersiar sampai saat ini" menunjukkan bahwa peristiwanya sudah lama berlalu. Ini memperlihatkan bahwa Injil ini sudah lama selesai ditulis. Cerita ini sudah menjadi cerita rakyat yang terus dipupuk selama puluhan tahun, baru kemudian ayat 16-20 ditambahkan.
Namun karena Gereja ingin menambahkan doktrin keimanan mereka  dalam Injil, sehingga tanpa malu-malu mereka menambahkan ayat-ayat palsu tersebut, walaupun akhirnya janggal di kuping yang mendengarnya.
Mengenai ayat-ayat palsu yang baru ditambahkan oleh Gereja ini, Hugh J. Schonfield, nominator pemenang Hadiah Nobel tahun 1959, dalam bukunya The Original New Testament, mengatakan sebagai berikut:
“This (Matthew 28:15)  would appear to be the end of the Gospel (of Matthew). What follows (Matthew 28:16-20) from the nature of what is said, would then be a latter addition” 4
(Ayat ini (Matius 28:15) nampak sebagai penutup Injil (Matius). Dengan demikian, ayat-ayat selanjutnya (Matius 28:16-20), dari kandungan isinya, nampak sebagai (ayat-ayat) yang baru ditambahkan kemudian).
Robert Funk, Professor Ilmu Perjanjian Baru, Universitas Harvard, dalam bukunya The Five Gospels, mengomentari ayat-ayat tambahan ini sebagai berikut:
“The great commission in Matthew 28:18-20 have been created by the individual evangelist... reflect the evangelist idea of launching a world mission of the church. Jesus probably had no idea of launching a world mission and certainly was not the institution builder. (It is) not reflect direct instruction from Jesus”5
(Perintah utama dalam Matius 28:18-20... diciptakan oleh para penginjil... memperlihatkan ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat mungkin tidak memiliki ide untuk mengajarkan ajarannya ke seluruh dunia dan (Yesus) sudah pasti bukan pendiri lembaga ini (agama  Kristen). (Ayat ini)  tidak menggambarkan perintah yang diucapkan Yesus).
Penipuan lukas
Sampai kini Kristen tidak bisa membuktikan kebenaran ayat Injil Lukas 24:44-46 yang berbunyi:
44.       Ia (Yesus) berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
45.       Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46. Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Kalimat: “Mesias harus menderita ......... ketiga” pada ayat 46 ini menurut ayat 44 telah tertulis dalam kitab Taurat, kitab Nabi-nabi dan Mazmur. Menurut ayat 45, bagi yang tidak tahu berarti belum mengerti Alkitab. Ternyata semua pakar Alkitab tidak mengetahui dimana letak ayat tersebut pada Taurat Musa, kitab Nabi-nabi dan Mazmur.  Pihak Kristen berapologi bahwa konsep Mesias yang menderita memang ditemukan dalam Perjanjian Lama, tetapi bukan dalam bentuk teks seperti yang tertulis dalam Lukas 24:46, melainkan dalam bentuk konsep penderitaan Yesus, sebagai-mana dapat ditemukan dalam Yesaya 53:1-12.
Tampaknya mereka kurang cerdik untuk membelanya, sebab mereka tidak membandingkan dengan Bunyi  ayat Matius 12:16-20 dengan Yesaya 42:1-4; Matius 13:14-15 dengan Yesaya 6:9-10; Matius 13:35 dengan Mazmur 78:2. Kemudian bandingkan pula dengan:
Lukas 3:4-6 berbunyi:
4. Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiap-kanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
5. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
6. dan semua orang akan melihat kesela-matan yang dari Tuhan.”
Bunyi ayat-ayat Lukas diatas dapat kita temukan dalam Yesaya 40:3-5 berikut ini:
3. Ada suara yang berseru-seru: “Persiap-kanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
4. Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
5. maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.”
lalu bagaimana dengan Lukas 24:44-46 yang katanya dalam kitab Taurat, kitab nabi-nabi dan Mazmur telah tertulis demikian:
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Begitu pula yang dikatakan oleh Matius 12:39 bahwa Yesus mati dan dikubur di perut bumi selama tiga hari tiga malam, seperti halnya nabi Yunus di perut ikan selama tiga tiga malam, juga tidak terbukti.
Tetapi Matius 27:57-58 dan 28:1-7 menceritakan bahwa Yesus di dalam kubur hanya selama 2 hari 2 malam:
“Menjelang malam (Sabat-Sabtu) datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.”  (Mat. 27:57-58)
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. ....... Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” (Matius 28:1-7)
Penambahan ayat pada Injil Yohanes
Doktrin Kristen bahwa Yesus adalah Firman, dan Firman itu adalah Tuhan, berarti Yesus adalah Tuhan, berdasarkan pada ayat Injil Yohanes yang berbunyi:
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1)
Ayat ini berasal dari Hymne Platonis yang diperkenalkan oleh cendekiawan Yahudi bernama Philo kepada bangsanya, yang bunyi kalimatnya:
Pada mulanya adalah Logos (Firman). Logos  (Firman) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu berasal dari Allah.”
Penyalin Kitab Yohanes kemudian mengadopsi hymne ini dan menempatkannya sebagai pembukaan Injil Yohanes, lalu merubah kalimat: “Logos itu berasal dari Tuhan” menjadi “Firman itu adalah Tuhan.”
Pencaplokan ajaran Platonis olehpenyalin Injil Yohanes ini, dijelaskan oleh bapa gereja Santo Agustinus:
“...Book of the Platonis that had been translated ou of Greek into Latin. In then I read, not indeed in these words but much the same thought, enforced by many varied arguments that: In the beginning was the word, and the word was with God and the word was God. All things were made by him, and without gim nothing was made.” 6
(... Buku filsafat Platonis yang telah diterjemahkan dari bahasa Yunani ke bahasa Latin. Di dalamnya sara baca, walaupun tidak sarna persis tetapi jalan pikirannya sarna, didukung dengan berbagai argumen bahwa: Pada mulanya adalah firman, dan firman itu bersama Tuhan, dan firman itu adalah (dari) dari Tuhan. Segala sesuatu dijadikan oleh dia (firman) dan tanpa dia (firman) tidak ada yang dijadikan).
Catatan kaki Alkitab The New Testament of the New American Bible, memperkuat pendapat bahwa Yohanes 1:1-18 bukanlah bagian Injil Yohanes, melainkan karya lepas yang kemudian dimasukkan menjadi pembuka kitab Yohanes tersebut:
“John 1:1-18; “The prologue is a hymn, formally poetic in style - perhap originally an independent composition and only later adapted and edited to serve as an overture to the Gospel.”7
(Yohanes 1:1-18; pembukaan ini merupakan hymne berbentuk syair - mungkin berasal dari karya bebas, yang kemudian baru dikutip dan diedit untuk berperan sebagai pembuka Injil).
Oleh karena itu kita bisa membandingkan pendahuluan empat Injil Kristen: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes sebagai berikut:
Matius 1:1
“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.”
Markus 1:1
“Inilah permulaan Injil  tentang Yesus Kristus, Anak Allah.”
Lukas 1:1
“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita...”
Yohanes 1:19 .... bukan Yohanes 1:1
“ Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”
2. Penyisipan Doktrin Trinitas
Satu-satunya ayat yang memberi isyarat (bukan menegaskan) bahwa Tuhan Bapak (Allah), Tuhan Anak (Yesus) dan Roh Kudus bersatu adalah Surat Kiriman Yohanes Pertama pasal 5 ayat 6-8. Tetapi ayat ini menjadi bahan pembicaraan serius, karena hanya sisipan, bukan tulisan asli dari Yohanes. Ayat tersebut berbunyi:
6.    Inilah dia yang datang dengan air dan darah, Yesus Kristus. Ia tidak datang dengan air saja, melainkan dengan air dan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
7. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
8.    Dan Ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.8
Pada edisi Indonesia, sebelum mendapat kritikan, kalimat mulai dari kata “di sorga” pada ayat 7 sampai kata “di bumi” pada ayat 8, tidak diberi tanda kurung. Setelah dikritik tajam, kalimat tersebut diberi kurung sebagai tanda bahwa ayat itu merupakan tambahan belaka.
Edisi Indonesia ini bisa dibandingkan dengan The Holy Bible New International Version yang berbunyi:
6.    This is the one who came by water and blood - Jesus Christ. He did not come by water only, but by water and blood. And it is the spirit who testifies, because the spirit is the truth.
7. For there are three that testify.
8.    The spirit, the water and blood. And three are in agreements.9
Kasus pemalsuan ayat ini mendapat tanggapan dari para tokoh gereja sendiri seperti Dr.G.C. Van Niftrik dan D.S. B.J. Boland dengan mengatakan:
“Di dalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” atau pun ayat-ayat terten­tu yang mengandung dogma tersebut, mungkin terdapat dalam I Yahya (Yohanes) 5:6-8. Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung.10
Begitu pula Jerry Falwell, tokoh Kristen radikal terkemuka di Amerika Serikat mengatakan:
“The rest of verse 7 and the first nine words of verse 8 are not original, and are not to be considered as a part of the words of God.”11
“Kalimat terakhir pada ayat 7 dan sembilan kata pertama pada ayat 8 tidak asli, dan tidak bisa dianggap sebagai firman Tuhan.”
3. Pembredelan Beberapa Versi Injil
Konsili Nikea tahun 325 Masehi yang mengesahkan doktrin Trinitas dan empat Injil (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes), mengakibat­kan ratusan versi Injil dinyatakan Apokrip (dilarang dibaca) dan harus dimusnahkan. Ensiklopedi Britannica mencatat nama-nama Injil yang dinyatakan apokrip berjumlah 47 kitab.12
4. Perselisihan ayat-ayat Perjanjian Baru
1. Kelahiran Yesus
a. “Sesudah Yesus dilahirkan di Bethlehem di tanah Yudea pada zaman Herodes, datanglah orang-orang Majus dari timur ke Yerusa­lem.” (Matius 2:1)
b. Injil Lukas 2:1-20 menyebutkan bahwa Yesus lahir ketika Kaisar Agustus mengadakan sensus penduduk.
Menurut perhitungan sejarah, sensus itu dilaksanakan pada tahun 7 Masehi. Berarti Yesus lahir pada tahun itu juga. Tetapi menurut Matius, Yesus lahir di zaman Herodes yang wafat sekitar tahun 4 SM. Kemudian diganti anaknya yang bernama Herodes Archelaus yang dipecat oleh pemerintah Romawi tahun 6 Masehi. Sampai sekarang para ahli Alkitab sendiri belum bisa menentukan secara tepat tahun kelahiran Yesus, apakah tahun 4 SM sebagaimana isyarat dari Matius ataukah tahun 7 M seperti yang diceritakan Lukas?
2. Silsilah Yusuf dan Yesus
a.    Lukas 3:23 mengatakan, Yusuf suami Maria (ibu Yesus) adalah anak Eli.
b.    Matius 1:16 mencatat bahwa Yusuf adalah anak Yakub.
Dari kalangan Kristen ada yang berpendapat, Eli adalah nama lain dari Yakub. Tetapi sampai sekarang tidak ada fakta yang membenar­kan pendapat ini.
a.    Matius 1:6 menyatakan Yesus dan Yusuf adalah keturunan Nabi Sulaiman.
b.    Lukas 3:31 berpendapat, keduanya adalah keturunan saudara Sulaiman yang bernama Natan.
3. Waktu mendapat murid
a.    Matius 4:12-22, Markus 1:12-20 dan Lukas 4:14-15, 5:1-22 menceritakan, setelah dibaptis Yohanes, Yesus meninggal-kannya dan berpuasa 40 hari. Kemudian dia mendengar bahwa Yohanes ditangkap penguasa. Lalu Yesus pergi ke Galilea, saat itulah Yesus menda­patkan murid bernama Simon Peter, Andreas, Yohanes dan James.
b.    Yohanes 1:35-41 menceritakan, sebelum pergi ke Galilea, Yesus sudah mendapat murid bernama Andreas dan Simon. Keesokan harinya dia pergi ke Galilea.
4. Yudas memberi tanda ataukah Yesus menunjuk diri
a. Orang (Yudas) yang menyerahkan dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang akan kucium, itulah dia, tangkaplah dia. Dan segera dia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam rabbi,” lalu mencium dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Hai teman untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkapnya.” (Matius 26:48-50)
b. “Yesus yang tahu semua yang akan menimpa dirinya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?” Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Katanya kepada mereka; “Akulah dia.” Yudas yang mengkhianati dia juga berdiri di situ bersama-sama mereka. Ketika dia berkata: “Akulah dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.” (Yohanes 18:4-5)
5. Kematian Yudas Iskariot
a.    Dalam Matius 27:5-8 Yudas diceritakan sebagai berikut:
“Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan  orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.”
Dari ayat ini dapat diambil kronologinya:
1.    Yudas menyesal dan membuang uang perak hadiah pengkhianatannya terhadap Yesus ke dalam Bait Suci.
2.    Lalu ia bunuh diri dengan cara menggantung diri.
3.    Uang yang dibuang tersebut diambil oleh imam-imam Yahudi, dan dibelikan tanah yang disebut Tanah Darah.
b.    Menurut Lukas yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 1:18:
“Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar. Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri: Hakal Dama”, artinya Tanah Darah.”
Kronologi menurut Kisah Para Rasul ini sebagai berikut:
1.    Uang hasil pengkhianatan itu dibelikan tanah oleh Yudas.
2.    Setelah membeli tanah itu Yudas mati jatuh tertelungkup.
Ada beberapa pertentangan dalam dua versi kronologi ini:
1.    Menurut Matius, uang itu dibuang oleh Yudas di Bait Suci.
Menurut Kisah Rasul, uang itu dibelikan tanah oleh Yudas.
2.    Menurut Matius, setelah mati menggantung diri, uang itu dibel­ikan tanah oleh imam-imam.
Menurut Kisah Rasul, sebelum mati, uang itu dibelikan tanah oleh Yudas sendiri.
3.    Menurut Matius, yang membeli tanah adalah imam-imam Yahudi.
Menurut Kisah Rasul, yang membeli tanah adalah Yudas Iskariot sendiri.
9. Paulus Kebingungan
Cerita pertobatan Paulus (Saulus) saat bertemu dengan Yesus diceritakan sendiri oleh Paulus dalam tiga versi yang saling bertentangan:
1.    Teman-teman Paulus mendengar suara Yesus, tetapi tidak melihat cahaya maupun wajah Yesus (Kisah 9:7).
2.    Teman-teman Paulus melihat cahaya Yesus, tetapi tidak menden­gar suaranya (Kisah 22:9).
3. Hanya Paulus sendiri yang rebah ketika melihat cahaya Yesus (Kisah 9:7; 22:9)
4.    Paulus dan semua tentaranya rebah ketika melihat cahaya Yesus (Kisah 26:14)
Ada tiga pertentangan pada cerita ini:
a.    Menurut Kisah 9:7, teman-teman Paulus mendengar suara Yesus.
Menurut Kisah 22:9, teman-teman Paulus tidak mendengar suara Yesus.
b.    Menurut Kisah 9:7, teman-teman Paulus tidak melihat cahaya atau wajah Yesus.
Menurut Kisah 22:9, teman-teman Paulus melihat cahaya Yesus.
c.     Menurut Kisah 9:7; 22:9 hanya Paulus yang rebah ketika melihat cahaya Yesus.
Menurut Kisah 26:14 Paulus dan semua tentaranya rebah ketika mereka melihat cahaya Yesus.
 ----------------------------
1.         Robert W. Funk, Roy W. Hoover, and The Jesus Seminar, The Five Gospels, What did Jesus Really Say? Harper SanFrancisco, 1997, hal.5.
2.         New York International Bible Society, The Holy Bible New International Version, Zondervan Bible Publishers, Grand Rapids, Michigan USA 1981, hal. 780.
3.         Jay E. Adams, The Christian Counselors New Testament, Baker Book House, Grand Rapids, Michigan USA 1980, hal. 148.
4. Schonfield, Hugh J., The Original New Testament, Element Books, Ringwood, 1998. hal. 124.
5.         Robert W. Funk, Roy W. Hoover and The Jesus Seminar, The Five Gospels, The search for the Authentic Words of Jesus , Macmillan Publishing Company New York, 1993, hal. 127.
6. John K. Ryan, The Confession of St. Augustine, Doubleday, New York, 1960.
7. The New Testament of the New American Bible, St. Paul Publication, Makati, 1970 hal. 203
8. Teks ayat seperti ini bisa dijumpai pada Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.
9. New York International Bible Society, The Holy Bible New International Version, Zondervan Bible Publishers, Grand Rapids, Michigan USA, 1981, hal. 926.
10.     Dr.G.C. Van Niftrik dan D.S. B.J. Boland, Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta, 1967, hal. 418.
11.     Jerry Falwell, Liberty Bible Commentary, Thomas Nelson Pub­lisher, Nasvhille Camden New York 1983, hal. 2638.
12. Encyclopaedia Britannica, vol. II, hal 106-108.

0 komentar:

Poskan Komentar

Ternyata bukan orang Islam pelaku WTC 11 Sept 2001

TIM FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)

TIM FAKTA adalah organisasi yang bergerak dalam mengantisipasi pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen terhadap orang-orang Islam. Kristenisasi bukan rahasia lagi, karena Kristenisasi merupakan kegiatan yang diperintahkan oleh alkitab dan gereja kepada umatnya untuk memurtadkan umat Islam agar masuk kedalam agama Kristen, dan ini terjadi diseluruh dunia Islam, khususnya di Indonesia. TIM FAKTA, sudah banyak menyelamatkan orang-orang Islam yang dimurtadkan kemudian sadar dan kembali ke ajaran Islam lagi setelah melalui dialog, diskusi, atau dengan cara rukyah apabila yang dimurtadkan lewat sihir. Memang tantangan bagi TIM FAKTA tidak ringan, sangat berat! tapi ini merupakan tugas kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita seiman dari pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen. Selain itu, TIM FAKTA juga konsen dengan gerakan serupa yang tujuannya untuk mendangkalkan aqidah umat Islam seperti yang dilakukan oleh Jaringan Islam Libral, dan faham-faham sesat lainnya. Semoga Allah selalu meridho'i jalan yang kami tempuh untuk menegakan kalimah yang benar/hak yaitu "TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH"

(Tulisan TIM FAKTA bisa dibaca di majalah Islam "Sabili" artikel "Bimbingan Tauhid")
TIM FAKTA Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama. Kontak Pengasuh: 0818844393, 081314416666, 08165425227, 08179970066, 08158338083, 081383384433, email: timfakta@yahoo.com - timfakta@gmail.com. Dompet Anti Pemurtadan: Bank Muamalat no. rek.305.1959.422 an. FAKTA. dan Bank BCA no. rek. 1661.804.888 an. Abud Syihabuddin

SALURKAN INFAQ ANDA

INFAQ PEDULI AL AQSHA (Palestina)
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA

INFAQ "KISPA PEDULI NEGERI"
Khusus Membantu Korban Bencana DI INDONESIA
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Fatmawati
No. Rek. 911.05871.99 an. Andi Syafuddin QQ KISPA.

INFAQ OPERASIONAL RELAWAN KEMANUSIAAN KISPA
Khusus untuk Pengiriman Bantuan Rakyat Palestina
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan
no. 116 70246 96 an. Muhendri

"INFAQ DUNIA ISLAM" KISPA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanah Abang
No. Rek. 2640024043 an. Dasrial

AGAMA YANG DITERIMA ALLAH HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH ISLAM. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam ".
Design by Blogger Islamic Template