Senin, 03 Juni 2013

INCEST - SKANDAL SEX DIKELUARGA NABI DARI ISRAEL

Catatan Sex Wakil Tuhan

Kejadian 
Hubungan persetubuhan dengan muhrim sangat mengejut dan menyebar di halaman-halaman Bible King James Versian. Dengan pertimbangan karena hampir semua pasangan incest itu dilarang dan dikutuk (dengan pengecualian yang jelas bapak-anak perempuan dan pasangan levirate), yang tidak berhenti di beberapa karakter Bible  yang melakukan incest. Dan hampir dalam semua kasus, tidak ada consure yang berkaitan dengan hubungan incest mereka. Mereka tidak dihukum juga tidak disebut sebagai orang yang rusak akhlaknya dan menjijikkan.
Mungkin semua orang telah siap berspekulasi tentang tentang kreasi Bible yang mencatat dalam tema-tema hubungan incest antara keturunan Adam dan Hawa. Setelah itu semua, satu-satunya jalan kemungkinan adalah “….Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota.” (Kejadian 4:17) mengambil saudara perempuan, ibu, atau anaknya sebagai istrinya. Karena tidak ada wanita lain di sekitar situ.
Keberhasilan inkonsistensi dicatat, dan dalam ajaran (midrash) Yahudi “kitab Jubilee,” yang ditulis pada abad pertama sebelum Masehi, menyediakan jawaban pasti yang kita butuhkan. Buku itu menyatakan, “Kain mengambil saudara perempuannya, Awan, sebagai istrinya … Set mengambil saudara perempuannya, Azura, menjadi istrinya.” (kitab Jubilee). Meskipun solusi ini hanya jawaban sampingan atas isu nyata pasangan incest, hampir semua orang sekarang akan menerima dan puas bahwa itu adalah alami dan cara dunia di masa awal. Kita suka berpikir bahwa moralitas bagaimanpun berjalan menurun melalui ribuan tahun. Dan penjelasannya memberikan banyak tawaran rasional dan solusi pembelaan pada cara lain sebagai kutukan dan ketiadaan hukum diantara seluruh budaya manusia.
Kepala Keluarga

Catatan berikutnya yang bisa dianggap sebagai incest dalam Bible yang mengelilingi garis besar kejadian adalah nabi Nuh:
Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar. Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan membentangkannya pada bahu mereka berdua, lalu mereka berjalan mundur; mereka menutupi aurat ayahnya sambil berpaling muka, sehingga mereka tidak melihat aurat ayahnya. Setelah Nuh sadar dari mabuknya dan mendengar apa yang dilakukan anak bungsunya kepadanya, berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya." (Kejadian 9:21-25) Kutukan mengerikan hanya karena pandangan sekilas pada Nuh yang mabuk dan telanjang! Tetapi  apa sebenarnya yang terjadi disini? Hampir semua tafsir Bible setuju bahwa telah terjadi pengotoran dan penajisan yang lebih serius daripada apa yang digaris besarkan pada halaman-halaman Bible itu sendiri.
Pada tempat pertama, kata Ibrani “raah erwat,” yang diterjemahkan “melihat ketelanjangan,” sebenarnya artinya adalah ”melakukan hubungan seksual”. Kata Ibrani “Gala,” yang diterjemahkan “telanjangan,” adalah ungkapan halus untuk “hubungan seksual.” Tetapi jika Ham betul-betul menyodomi bapaknya, mengapa Nuh mengutuk anak Ham bernama Kanaan, dan mengapa tidak mengutuk Ham atau tiga anak Ham lainnya? Hampir semua penjelasan yang sama banyak diajukan melewati beberapa abad, bahwa Ham telah melakukan hubungan seksual dengan istri Nuh (ibu Ham sendiri!), dan menurunkan Kanaan. Kemungkinan hubungan seksual sedarah (incest) menghasilkan anak Haram atau anak hasil hubungan seks dengan muhrim, Kanaan. Alasan ini lebih tepat bagi Nuh untuk mengutuk Kanaan saja.
Catatan berikutnya contoh peristiwa incest ketika “Terah memperanakkan Abram (Abrahim), Nahor dan Haran,…… dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran…..(Kejadian 11:27-29). Sehingga kita mengetahui Nahor memperistri kemenakannya yang bernama Milka. Untuk menghilangkan kebingungan karena pengulangan nama, perlu dinyakan lagi bahwa Sesudah itu Abraham mendapat kabar: "Juga Milka telah melahirkan anak-anak lelaki bagi Nahor, saudaramu.” (Kejadian 22:20)  
Lebih rumit lagi dengan adanya gambaran kedalaman incest dalam Bible, cucu Nahor dan Milka yang bernama Rabeka, menikah dengan kemenakan Nahor, Ishak: …..Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya …” (Kejadian 24:67)
Ini bertambah rumit ketika kita membaca, saudara Nahor, Abraham (Abram) mengawini saudara tirinya, Sara, “…Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.” (Kejadian 20:12)

Penipuan Incest
Dua pasang suami istri, Abraham dan Sarah, Ishak dan Ribka, mengabaikan persaudaraan mereka sendiri pada berbagai kesempatan. Kerja tipuan dan hasilnya mengumpulkan kekayaan yang melimpah.
Abraham dan Sarah melakukan penipuan dua kali. Pertama “Ketika kelaparan timbul di negeri itu, pergilah Abram ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, sebab hebat kelaparan di negeri itu.  Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: "Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya. (waktu itu umur Sara sekitar 70 tahun). Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.”
“Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau." Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.”
“Tetapi Tuhan menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun, demikian juga kepada seisi istananya, karena Sarai, isteri Abram itu. Lalu Firaun memanggil Abram serta berkata: "Apakah yang kau perbuat ini terhadap aku? Mengapa tidak kau beritahukan, bahwa ia isterimu? Mengapa engkau katakan: dia adikku, sehingga aku mengambilnya menjadi isteriku? Sekarang, inilah isterimu, ambillah dan pergilah!" Lalu Firaun memerintahkan beberapa orang untuk mengantarkan Abram pergi, bersama-sama dengan isterinya dan segala kepunyaannya.” (Kejadian 12:10-20). …dan Abraham sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. (Kejadian 13:2)
Kecerdikan yang tidak etis dilakukan lagi oleh Abraham 20 tahun kemudian ketika sara mencapai usia 90 tahun (Kejadian 17:17). Cerita itu terbentang sebagai berikut:
“Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami." Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: "Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci." Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: "Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Aku pun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau." Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu. Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku."  Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?" Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku. Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku." Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya. Dan Abimelekh berkata: "Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka." Lalu katanya kepada Sara: "Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan." Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak. Sebab tadinya Tuhan telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.” (Kejadian 20:1-18)
Pekerjaan itu berhasil dilakukan dengan baik, perilaku tidak etis ini juga dilakukan oleh Ishak terhadap Abimelek di tempat yang sama. Ishak memulainya dengan:
“Jadi tinggallah Ishak di Gerar. Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya." Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya. Lalu Abimelekh memanggil Ishak dan berkata: "Sesungguhnya dia isterimu, masakan engkau berkata: Dia saudaraku?" Jawab Ishak kepadanya: "Karena pikirku: Jangan-jangan aku mati karena dia."  Tetapi Abimelekh berkata: "Apakah juga yang telah kau perbuat ini terhadap kami? Mudah sekali terjadi, salah seorang dari bangsa ini tidur dengan isterimu, sehingga dengan demikian engkau mendatangkan kesalahan atas kami." Lalu Abimelekh memberi perintah kepada seluruh bangsa itu: "Siapa yang mengganggu orang ini atau isterinya, pastilah ia akan dihukum mati." Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya. Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.  Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami." (Kejadian 26:6-16 --- Kata Ibrani “tsachaq” diartikan “olahraga”, padahal arti sebenarnya adalah “pemanjaan”).
Pada tiga contoh diatas, suami istri memperoleh keuntungan dari dalih mereka. Tetapi apakah mereka sebenarnya menipu; ataukah mereka itu bersaudara yang melakukan hubungan incest? Sebenarnya Sarah itu adalah istri sekaligus saudara tiri Abraham (Kejadian 20:12). Ribka adalah kemenakan pertama Ishak (Kejadian 11:27 dan 22:23).
Lebih jauh terdapat percampuran keturunan baik patrilineal (dari jalur ayah) dan matrilineal (garis dari pihak ibu) yang digarisbesarkan oleh Bible. Ini mungkin istri diambil dari saudara perempuan sebagai solusi garis darah (satu jalur keturunan) dan persoalan garis keturunan yang sering terjadi. Tetapi ini merupakan masalah terpisah yang akan memenuhi beberapa kitab-kitab lainnya.

Incest Sudah Biasa

Satu contoh terbaik kasus incest yang terdapat pada Bible King James Version adalah kasus Lot dengan kedua anak perempuannya. Cerita itu dimulai:
“Kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anak perempuanmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."……lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar,……. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari dari langit;…. isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam….. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya: “Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita."…..lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya;…. Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.” (Kejadian 19:12-38)
Disebutkan bahwa Lot dikenal sebagai “orang yang benar, ….Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan….” (II Petrus 2:7-9).

Satu yang membuat heran tentang kasus incest (hubungan seks) Lot dengan kedua putrinya. mungkin ini merupakan saran bahwa cerita itu memiliki tujuan aetiologi atas pengabaian kaum Moab dan Amon. Perlu anda ketahui, anak-anak yang lahir dari hasil hubungan Lut dengan kedua putrinya, bernama Moab dan Amon.
Dengan semua kasus incest yang mewarnai halaman-halaman Bible, ini mungkin tidak mengherankan bahwa hubungan membingungkan telah terjadi, seperti:
“And they took Lot, Abram's brother's son,… ---  “Dan mereka mengambil Lot, anak saudara Abram,... (Kejadian 14:12) bertentangan dengan  “(Abraham) brought again his brother Lot,…* --- (Abraham) membawa kembali saudaranya, Lot,.. (Kejadian 14:16). Sehingga Lot itu saudara Abraham ataukah kemenakannya? Ingat-ingatlah ayat ini, Bible memilikinya melalui dua jalan.
-----------------------------------------
*Ayat yang berbahasa Inggris berasal dari Bible King James Version. Sedangkan Bible berbahasa Indonesia diubah: “Dibawanyalah kembali… Lot, anak saudaranya itu,….(Kejadian 14:16)

Kita tertarik hubungan incest antara Yakub dengan dua kemenakannya bersaudara, Rahel dan Leah. Ceritanya dimulai:
“Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia…. berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?" Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya…. kemudian anakku yang lain pun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi." Maka Yakub berbuat demikian;….. kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya…Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea….. Lea mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ruben. (Kejadian 29:15-32 --- Kata Ibrani “rak” yang diterjemahkan “hambar” mata, lebih tepat diartikan mata yang “sayu”, atau bahkan berarti “hati yang jemu. Dua-duanya merupakan istilah penghinaan).

Pepatah kuno “seperti anak seperti bapaknya” tampak sesuai bagi Ruben. Singkat cerita, “Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya…. anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.” (Kejadian 35:22-25). Sehingga ada tiga anak meskipun saudara tiri, yang kemudian menjadi tiga suku dari 12 suku bangsa Isarel. Ruben juga meniduri ibu tirinya, ibu dari saudara tirinya.
Di masa akhir usia Yakub, dia menghukum Ruben karena “engkau telah menaiki tempat tidur ayahmu; waktu itu engkau telah melanggar kesuciannya. Dia telah menaiki petiduranku! (Kejadian 49:4 ----- kata Ibrani “chalal” diterjemahkan “defiledst,” artinya “pencemaran” atau “melacur.” Kata Ibrani “mishkab” diterjemahkan “ranjang,” adalah ungkapan lembut bagi kata “bersetubuh”).

Setelah dua suami Tamar, Er dan Onan meninggal, dia berzina dengan mertua laki-lakinya. Ceritanya: “maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna,….. Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.
38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau." Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?… kemudian Yehuda memberi kepada Tama cap meterai, kalung dan tongkatnya."..… Perempuan itu mengandung dari padanya….. Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: "Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu." Lalu kata Yehuda: "Bawalah perempuan itu, supaya dibakar." (Kejadian 38:14-24)

Cerita itu berakhir dengan indah. Karena “waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: "Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung." Juga dikatakannya: "Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?" Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: "Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku." (Kejadian 38:25-26). Sehingga Tamar tidak dihukum bakar karena perzinaan, sebaliknya dia mendapat kehormatan karena berzina dengan mertuanya.

Kasus ini meninggalkan persoalan dengan anak ketiga Yehuda, Syela. Menurut hukum, Tamar seharusnya mendapatkan hak menikah dengan anak-anak Yehuda. Setelah Er suami pertamanya meninggal, ia harus menikah dengan Onan, adik Er. Karena Onan juga meninggal, saudara ketiganya yang bernama Syela, seharusnya yang menikahinya (Kejadian 38:14). Ternyata bapak mereka, Yehuda, tidak menyadari melangkah dan melakukan hubungan seksual dengan Tamar terlebih dulu, sehingga mengganggu penerimaan Syela terhadap Tamar. Oleh karena Yehuda merupakan contoh pengembaraan perilaku yang minor atau gelandangan pelanggaran etika. Dengan kata lain, tiga bersaudara seharusnya mendapat bagian untuk menikmati sang janda itu sebelum ayahnya menikmatinya.

Ayah nabi Musa, Amran menikah dengan bibinya, “…..dan Amram mengambil Yokhebed, saudara ayahnya, menjadi isterinya, dan perempuan ini melahirkan Harun dan Musa baginya.” (Keluaran 6:20)

Apakah incest diperintah oleh Tuhan sendiri dalam kasus “Mahla, Tirza, Hogla, Milka dan Noa, anak-anak perempuan Zelafehad, kawin dengan anak-anak lelaki dari pihak saudara-saudara ayah mereka; mereka kawin dengan laki-laki dari kaum-kaum bani Manasye bin Yusuf,…” (Bilangan 36:11-12). Ayat ini menunjukkan kasus pernikahan incest antara misan pertama.

Larangan Incest

Meskipun tidak ada hukuman bagi pelaku incest yang ditemukan Bible King James Version, pada dasarnya terdapat larangan terhadap perbuatan ini. Contohnya, larangan incest yang ditemukan di ajaran suci pda kita Imamat dan Liturgi kutukan pada kitab Ulangan.

Kita pun bisa membaca “Siapa pun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya;  Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya. Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu. Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya. Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu. Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan. Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu. Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu. Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu.
Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya. Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki.” (Imamat 18:6-18)

Pada Imamat pasal 18 sendiri, kata “aurat” muncul 23 kali. Kata itu diterjemahkan dari kata Ibrani “ervah” yang artinya “organ seksual.” Ia dipakai dengan kata “menyingkap”,  bahasa Ibraninya “gala” yang artinya “memamerkan kemaluan”, untuk mengekpresikan kata “bersetubuh.”

Hal yang sama dapat ditemukan pada Imamat pasal 20 yang melarang perbuatan incest. Kutipan pasa itu sebagai berikut:

“Bila seorang laki-laki tidur dengan seorang isteri ayahnya, jadi ia melanggar hak ayahnya, pastilah keduanya dihukum mati, dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.  Bila seorang laki-laki tidur dengan menantunya perempuan, pastilah keduanya dihukum mati; mereka telah melakukan suatu perbuatan keji, maka darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri….. Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu…..Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang, dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya perempuan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri….. Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu atau saudara perempuan ayahmu, karena aurat seorang kerabatnya sendirilah yang dibuka, dan mereka harus menanggung kesalahannya sendiri. Bila seorang laki-laki tidur dengan isteri saudara ayahnya, jadi ia melanggar hak saudara ayahnya, mereka mendatangkan dosa kepada dirinya, dan mereka akan mati dengan tidak beranak. Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.” (Imamat 20:11-21)

Liturgi kutukan dalam kitab Ulangan juga memuat larangan melakukan incest. Sebagaimana dapat kita baca: “Terkutuklah orang yang tidur dengan isteri ayahnya, sebab ia telah menyingkapkan punca kain ayahnya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ulangan 27:20-23)

Dan larangan terakhir melakukan incest dapat ditemukan “…Seorang laki-laki janganlah mengambil isteri ayahnya dan jangan menyingkapkan punca kain ayahnya." (Ulangan 22:30)

Dari semua yang kami ungkapkan diatas, kegagalan dari larangan khusus terhadap incest, seperti hubungan seksual ayah dan anak putrinya, mulai tampak jelas. Secara sederhana ia tidak diidentifikasi atau disebutkan dalam istilah perbuatan yang terlarang. Meskipun berulang kali diterangkan bahwa hampir semua perbuatan incest akan mendapatkan siksaan, ternya incest antara bapak dengan anak perempuannya tidak pernah disebutkan bahwa mereka mendapatkan hukuman. Begitu pula hilangnya hukuman bagi perzinaan bapak dengan anak perempuan tiri, bapak dengan anak wanita hasil kumpul kebo. Lebih jauah perilaku seperti ini dianggap sudah biasa dan umum, secara menyeluruh ada kecuriggan mengapa Bible King James Version diam trhadap perbuatan mereka sangat aneh ini. Penghilangan besar-besaran ini telah memberikan izin praktek perbuatan mesum seperti ini dari abad menuju abad berikutnya
.
Para nabi menganggap incest hanyalah sebuah dosa atau kekhilafan, dan tidak dituntut atau melarang untuk dilakukan. Khususnya “anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda….” (Amos 2:7); dan “….orang menyingkapkan aurat isteri ayahnya dan memperkosa perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskannya. Yang satu melakukan kekejian dengan isteri sesamanya dan yang lain menajiskan menantunya perempuan dengan perbuatan mesum, orang lain lagi memperkosa saudaranya perempuan, anak kandung ayahnya. (Yehezkiel 22:10-11). Dan mereka ini hanya disebutkan dan dibiarkan lewat begitu saja. Mereka begitu banyak memperhatikan masalah pengingkaran terhadap agama, dan penyembahan kepada dewa-dewa selain tuhan Yahweh. Sebagai perbandingan, Incest lewat begitu saja tanpa diperhatikan sama sekali oleh para nabi.

Incest di Dua Kerajaan

Incest terjadi ketika “…Saul mempunyai gundik yang bernama Rizpa; dia anak perempuan Aya. Berkatalah Isyboset kepada Abner (paman Isyobet): "Mengapa kauhampiri gundik ayahku?" (II Samuel 3:7) Abner sangat marah dan membantah “…Kepala anjing dari Yehudakah aku? Sampai sekarang aku masih menunjukkan kesetiaanku kepada keluarga Saul, ayahmu, kepada saudara-saudaranya dan kepada sahabat-sahabatnya, dan aku tidak membiarkan engkau jatuh ke tangan Daud, tetapi sekarang engkau menuduh aku berlaku salah dengan seorang perempuan? (II Samuel 3:8). Ini mungkin mengandung pelajaran bahwa nama Isyobet artinya ”orang yang malu” dan dia “….takut pada Abner…” (II Samuel 3:11)

Sebuah kasus incest bersauda terjadi ketika “…Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya…..Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: "Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya." …..Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, …. membuat kue di depan matanya, …..Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu…. berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia…. Lalu Amnon berkata kepadanya: "Bangunlah, enyahlah!" Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: "Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi." Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia….. Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." …..Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya. (II Samuel 13:1-22)

Dari gambaran tadi sudah jelas bahwa David dan Absalom sama sekali tidak memperhatikan bahwa Tamar telah diperkosa Amnon. Setelah dua tahun berlalu, Absalom merencanakan pembunuhan terhadap Amnon dan semua saudara lainnya untuk meraih tahta.

Beberapa kasus lain yang menarik tentang apa yang diceritakan pada ayat-ayat diatas mengenai tanggapan Tamar bahwa dia dan Amnon bisa menikah jika disetujui oleh ayahnya, raja Daud. Ini secara kuat menggambarkan bahwa pernikahan bersaudara diizinkan dan dipraktekkan selama periode kerajaan Israel. Semua itu, setelah perzinahan kakak-adik terjadi, Tamar lebih memperhatikan dan marah atas pengusiran yang dilakukan Amnon daripada masalah perlakuan incest terhadap dirinya. Dia menginginkan menikah dengan Amnon. Juga tidak ada tindakan hukum terhadap perbuatan tidak senonoh Amnon tersebut baik dari raja Daud maupun saudara Tamar, Absalom. Sebaliknya Absalom menganjurkan agar Tamar melupakan peristiwa itu. Dia terlibat pembunuhan Amnon hanya karena alasan politis, seperti halnya dia juga akhirnya terbunuh.

Absalom sendiri melakukan incest dengan 10 gundik bapaknya, raja Daud, secara bersamaan dalam waktu yang sama. Peristiwa itu terjadi “…..Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: "Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya." Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel. (II Samuel  16:21-22)

Orgy (pesta seks) yang diperlihatkan oleh Absalom di depan mata massa termasuk ketampanan dan kejantanannya: “Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. Apabila ia mencukur rambutnya -- pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya -- maka ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja. (2 Samuel 14:25-26). Dan incest dengan 10 gundik ayahnya hanyalah sebagian kecil yang dituangkan oleh Bible. Hanya karena perbuatan dan kekejian, Bible pusing setinggi penggunaan peristiwa itu sebagai ukuran.

Kemungkinan incest juga terjadi ketika “….Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin. Lalu para pegawainya berkata kepadanya: "Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas." Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja. Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia. (1Raja-raja 1:1-4). Kemudian anak ahli waris Daud, Adoniah, meminta kepada ibu tirinya, Betsyeba, untuk mendekati adik tirinya, raja Salomo, (Sulaiman) untuk memberikan Abisag kepadanya. Adonia meminta “Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku." (I Raja-raja 2:17-22). Solomon menafsirkan permintaan ini sebagai ancaman bagi tahtanya dan dia memerintah membunuh Adoniah.
Ini penting untuk dimengerti bawa setiap harem raja dianggap hak milik kerajaan, dan bisa diberikan kepada raja berikutnya. Dalam kasus khusus ini, Salomo (Sulaiman) mewarisi harem ayahnya, raja Daud. Sehingga Abisag, harem raja Daud, kemudian Salomo, sekarang diminta oleh saudara tiri Salomo. Adoniah malang. Dia tidak bisa hidup setelah hari itu, karena “….Lalu raja Salomo menyerahkan hal itu kepada Benaya bin Yoyada; orang ini memancung Adoniah sehingga mati. (1 Raja-raja 2:25)
Benaya adalah algojo Salomo yang pada beberapa kesempatan lain “ketika kabar itu sampai kepada Yoab -- memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom -- maka larilah Yoab ke kemah tuhan, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah… Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: "Pergilah, pancung dia."… Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, (1 Raja-raja 2:28-34). Kemudian raja Salomo membidik musuh lamanya, Simei. “raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati.” (1 Raja-raja 2:46)
Anak dan pengganti Salomo, raja Rehabeam, menika paling tidak dengan 2 misannya dan satu bibinya. “Rehabeam mengambil Mahalat, anak Yerimot bin Daud (misan) dan Abihail binti Elhiab bin Isai (bibi), menjadi isterinya,… Sesudah Mahalat ia mengambil Maakha, anak Absalom (misan), menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit.” (2 Tawarikh 11:18-20)

 Penikahan Imamat

Lembaga sangat unik yang ditemukan dalam Bible adalah pernikahan Imam, bentuk incest yang disahkan. Ia dibangun untuk meyakinkan bahwa kematian seorang suami tidak membawa keterunannya berakhir. Laki-laki yang memiliki hubungan terdekat dengan suami yang meninggal akan melanjutkan ikatan suami istri dengan jandanya. Ini bisa dibaca “Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang daripada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar. Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel.
Tetapi jika orang itu tidak suka mengambil isteri saudaranya, maka haruslah isteri saudaranya itu pergi ke pintu gerbang menghadap para tua-tua serta berkata: Iparku menolak menegakkan nama saudaranya di antara orang Israel, ia tidak mau melakukan kewajiban perkawinan ipar dengan aku….maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya. Dan di antara orang Israel namanya haruslah disebut: Kaum yang kasutnya ditanggalkan orang." (Ulangan 25:5-10 ---- Kata Ibrani “chalats” diterjemahkan “lepas/tanggal” artinya disini “menciptakan kekuatan”). Kata Ibrani “regel” diterjemahkan “kaki,” adalah kata halus untuk “kemaluan pria,” kat Ibrani “naalah” diterjemahkan ‘kasut” artinya “mengikat.”
Akibatnya, wanita akan mengungkapkan di depan publik kemaluan laki-laki  sebagai bentuk penghinaan.

Cerita sedih tentang Onan merupakan cerita buruk pernikahan Imamat. Setelah Er suami Tamar meninggal, saudaranya, Onan, harus melaksanakan ajaran Imamat. Meskipun “….Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata Tuhan, maka Tuhan membunuh dia juga. (Kejadian 38:7-10) Obyek kemarahan Tuhan bukan karena Onan membuang air maninya ke tanah, tetapi keengganan Onan menjadi bapak anak melalui janda saudaranya. Meskipun ayat-ayat Bible ini panjang lebar mengutuk mastrubasi (onani), ia tampaknya lebih mendukung hukum Imamat.

Hukum Imamat  pula yang menggiring Tamar bercumbu dengan mertuanya, Yehuda, kemudian melahirkan anak bernama Syela.
Juga di seluruh halaman kitab Ruth berputar tentang ajaran Imamat. Itulah alasan sebenarnya mengapa dia tanpa malu mengejar sanak mertuanya, Boas --- untuk memenuhi hukum Imamat. Disini dapat digaris bawahi bahwa semua konsep Bible tentang pernikahan Imamat dapat dibaca pada kitab Ulangan 25:5-7 diatas, melanggar larangan incest pada ayat yang berbunyi “Bila seorang laki-laki mengambil isteri saudaranya, itu suatu kecemaran, karena ia melanggar hak saudaranya laki-laki, dan mereka akan tidak beranak.” (Imamat 20:21).



0 komentar:

Poskan Komentar

Ternyata bukan orang Islam pelaku WTC 11 Sept 2001

TIM FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)

TIM FAKTA adalah organisasi yang bergerak dalam mengantisipasi pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen terhadap orang-orang Islam. Kristenisasi bukan rahasia lagi, karena Kristenisasi merupakan kegiatan yang diperintahkan oleh alkitab dan gereja kepada umatnya untuk memurtadkan umat Islam agar masuk kedalam agama Kristen, dan ini terjadi diseluruh dunia Islam, khususnya di Indonesia. TIM FAKTA, sudah banyak menyelamatkan orang-orang Islam yang dimurtadkan kemudian sadar dan kembali ke ajaran Islam lagi setelah melalui dialog, diskusi, atau dengan cara rukyah apabila yang dimurtadkan lewat sihir. Memang tantangan bagi TIM FAKTA tidak ringan, sangat berat! tapi ini merupakan tugas kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita seiman dari pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen. Selain itu, TIM FAKTA juga konsen dengan gerakan serupa yang tujuannya untuk mendangkalkan aqidah umat Islam seperti yang dilakukan oleh Jaringan Islam Libral, dan faham-faham sesat lainnya. Semoga Allah selalu meridho'i jalan yang kami tempuh untuk menegakan kalimah yang benar/hak yaitu "TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH"

(Tulisan TIM FAKTA bisa dibaca di majalah Islam "Sabili" artikel "Bimbingan Tauhid")
TIM FAKTA Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama. Kontak Pengasuh: 0818844393, 081314416666, 08165425227, 08179970066, 08158338083, 081383384433, email: timfakta@yahoo.com - timfakta@gmail.com. Dompet Anti Pemurtadan: Bank Muamalat no. rek.305.1959.422 an. FAKTA. dan Bank BCA no. rek. 1661.804.888 an. Abud Syihabuddin

SALURKAN INFAQ ANDA

INFAQ PEDULI AL AQSHA (Palestina)
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA

INFAQ "KISPA PEDULI NEGERI"
Khusus Membantu Korban Bencana DI INDONESIA
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Fatmawati
No. Rek. 911.05871.99 an. Andi Syafuddin QQ KISPA.

INFAQ OPERASIONAL RELAWAN KEMANUSIAAN KISPA
Khusus untuk Pengiriman Bantuan Rakyat Palestina
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan
no. 116 70246 96 an. Muhendri

"INFAQ DUNIA ISLAM" KISPA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanah Abang
No. Rek. 2640024043 an. Dasrial

AGAMA YANG DITERIMA ALLAH HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH ISLAM. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam ".
Design by Blogger Islamic Template