Minggu, 04 November 2012

Setan Pun Gemetaran



Menjadi setan ternyata juga tidak mudah. Keserakahan manusia pada kekuasaan membuat setan --musuh utama manusia-- terancam musnah. Dengan tubuh menggigil dan berkeringat dingin, setan minta manusia menyelamatkannya.
Kisah setan ketakutan itu berasal dari Mesir, bukan dari Indonesia. Di Indonesia, setan mendapat tempat istimewa. Cukup duduk di kursi, manusia berebut menemuinya dengan berbagai kepentingan. Setan pun tak perlu kerja keras untuk memperdaya manusia, karena sebagian besar tugasnya telah diambil-alih manusia.

Di Mesir, budayawan besar Taufik Al-Hakim (1898-1987), terampil betul menceritakan pergulatan batin setan. Dalam naskah dramanya, yang diterjemahkan Ali Audah, berjudul Setan dalam Bahaya, Taufik mengejek ulah manusia. Satu malam, tulis Taufik, setan yang berpakaian merah, menemui seorang filsuf di rumahnya. Setelah memperkenalkan diri dan basa-basi, setan berpenampilan santun itu, meminta Si Filsuf berpikir keras untuk menyelamatkan dirinya. Setan mengaku terancam dan dalam bahaya besar. Tentu saja Si Filsuf bingung. Bagaimana mungkin setan yang tugas utamanya memperdaya manusia, merasa terancam dan minta tolong kepada manusia?

Setan yang gemetaran, menjelaskan sumber ketakutannya. Para pemimpin dunia, kata setan, mengobarkan perang, menciptakan peluru kendali, bom atom, dan senjata pemusnah massal lainnya. Setan meminta Si Filsuf menghentikan itu semua. Alasannya, jika peperangan terjadi, maka manusia semua akan mati. Jika umat manusia mati, terjadilah kiamat. Nah, di sinilah ketakutan setan itu. Sebab, jika kiamat terjadi, setanlah yang pertama sekali dan di depan mempertanggungjawabkan kedurhakaannya kepada Tuhan.

Si Filsuf semakin tidak mengerti. Bukankah selama ini justru setanlah yang membisikkan kepada para pemimpin dunia untuk saling menghancurkan, menghasut, dan mengadu-domba? ''Tuan Filsuf yang terhormat,'' kata setan. ''Aku kini menyendiri. Hidupku tenteram. Sudah gilakah aku mau membakar dunia ini seluruhnya, termasuk aku di dalamnya?''

Si Filsuf paham dan bersedia memikirkan jalan keluar menyelamatkan dunia. Tapi untuk itu, Si Filsuf minta bayaran. ''Biayanya harus kita setujui dahulu supaya aku dapat berpikir keras.''

Aha, itulah manusia. Untuk menyelamatkan dunia tempatnya berada saja, manusia meminta bayaran. Tapi, siapa yang peduli pada setan yang gemetar, berkeringat dingin, stres, atau bahkan dalam bahaya serius sekalipun. Setan tak perlu dibela, karena dia telah memilih jalannya. Sesungguhnya manusialah yang dalam bahaya. Manusia membangun untuk kemudian menghancurkannya. Atas nama perdamaian, manusia menciptakan mesin perang, saling membunuh, dan teror. Manusia membuat obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, saat bersamaan menebarkan racun mematikan. Manusia memberikan makan kepada orang miskin, untuk kemudian memanfaatkannya. Manusia menarik pajak dari semua orang, tak peduli kepada petani yang kesulitan makan, kemudian pajak itu dilahapnya.

Pada bagian akhir drama itu, setan terperanjat menyaksikan Si Filsuf bertengkar keras dengan isterinya karena uang belanja. Setan --yang tak pernah berumah tangga-- itu akhirnya lari ketakutan. Taufik Al-Hakim tidak sedang membela setan, melainkan mengejek manusia. Dalam drama tiga pemain itu, Taufik memperlihatkan betapa setan dan manusia sulit dibedakan. Kini pun, dalam keseharian di dunia yang menjadikan harta dan kekuasaan sebagai ukuran, kita merasakan betapa sulit membedakan keduanya. Terkadang, keduanya seperti dua sisi mata uang, namun pada saat lain keduanya berada di sisi yang sama. Lalu, siapa kita?.

0 komentar:

Poskan Komentar

Ternyata bukan orang Islam pelaku WTC 11 Sept 2001

TIM FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)

TIM FAKTA adalah organisasi yang bergerak dalam mengantisipasi pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen terhadap orang-orang Islam. Kristenisasi bukan rahasia lagi, karena Kristenisasi merupakan kegiatan yang diperintahkan oleh alkitab dan gereja kepada umatnya untuk memurtadkan umat Islam agar masuk kedalam agama Kristen, dan ini terjadi diseluruh dunia Islam, khususnya di Indonesia. TIM FAKTA, sudah banyak menyelamatkan orang-orang Islam yang dimurtadkan kemudian sadar dan kembali ke ajaran Islam lagi setelah melalui dialog, diskusi, atau dengan cara rukyah apabila yang dimurtadkan lewat sihir. Memang tantangan bagi TIM FAKTA tidak ringan, sangat berat! tapi ini merupakan tugas kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita seiman dari pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen. Selain itu, TIM FAKTA juga konsen dengan gerakan serupa yang tujuannya untuk mendangkalkan aqidah umat Islam seperti yang dilakukan oleh Jaringan Islam Libral, dan faham-faham sesat lainnya. Semoga Allah selalu meridho'i jalan yang kami tempuh untuk menegakan kalimah yang benar/hak yaitu "TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH"

(Tulisan TIM FAKTA bisa dibaca di majalah Islam "Sabili" artikel "Bimbingan Tauhid")
TIM FAKTA Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama. Kontak Pengasuh: 0818844393, 081314416666, 08165425227, 08179970066, 08158338083, 081383384433, email: timfakta@yahoo.com - timfakta@gmail.com. Dompet Anti Pemurtadan: Bank Muamalat no. rek.305.1959.422 an. FAKTA. dan Bank BCA no. rek. 1661.804.888 an. Abud Syihabuddin

SALURKAN INFAQ ANDA

INFAQ PEDULI AL AQSHA (Palestina)
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA

INFAQ "KISPA PEDULI NEGERI"
Khusus Membantu Korban Bencana DI INDONESIA
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Fatmawati
No. Rek. 911.05871.99 an. Andi Syafuddin QQ KISPA.

INFAQ OPERASIONAL RELAWAN KEMANUSIAAN KISPA
Khusus untuk Pengiriman Bantuan Rakyat Palestina
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan
no. 116 70246 96 an. Muhendri

"INFAQ DUNIA ISLAM" KISPA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanah Abang
No. Rek. 2640024043 an. Dasrial

AGAMA YANG DITERIMA ALLAH HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH ISLAM. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam ".
Design by Blogger Islamic Template