Selasa, 23 April 2013

KOREKSI TERHADAP DOKTRIN TRINITAS

 3 Tuhan lagi kumpul

Dogma Trinitas adalah topik yang paling menarik dalam berdakwah melalui diskusi, dialog dan debat dengan kaum salib. Obyek dakwah (mad’uw) Insya Allah tidak ada yang mampu menjelaskan kebenaran Trinitas. 

Hal ini bukan isapan jempol, melainkan sudah diakui oleh para cendekiawan Kristen. Para sarjana teologi Kristen mengakui dengan jujur bahwa Dogma Trinitas adalah puncak misteri yang tidak dapat dimengerti oleh akal sehat. Di samping itu, Trinitas tidak didukung oleh satu ayat pun dalam Bibel. Satu-satunya dalil Trinitas, bahkan baru ditulis pada abad ke-16.

Sebelum membahas masalah Trinitas, sebaiknya kita ketahui terlebih dahulu secara lengkap doktrin Iman

Kristiani yang tersimpul dalam 12 Pengakuan Iman Rasuli sebagai berikut:

I.   1. Aku percaya kepada Allah Bapa yang maha kuasa, Khalik langit dan bumi.

II. 2. Dan kepada Yesus Kristus, anakNya yang tunggal, Tuhan kita,

     3.  Yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria,

     4.  Yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan
          mati, dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut,

     5. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati,

     6. Naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa,

     7. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan
          yang mati.

III. 8.    Aku percaya kepada Roh Kudus.

      9.      Gereja yang kudus dan am; persekutuan orang-orang kudus.
 
10.   Pengampunan dosa.

11.   Kebangkitan daging.

12.   dan hidup yang kekal. 


PENGERTIAN TRINITAS

Dalam Iman Kristiani, Tuhan yang diimani adalah Allah Tritunggal (Trinitas) yang terdiri dari tiga pribadi, yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Allah Roh Kudus. Allah memiliki tiga pribadi yang setara. Meskipun terdiri dari tiga pribadi, ketiga oknum Allah tersebut diyakini setara, sehakikat, sekehendak, satu zat, tidak bercampur, tidak berpisah, dan tidak berasal mula. 

Allah bukan hanya Bapa saja, tetapi juga Yesus dan Roh Kudus. Bapa bukan Allah dalam keseluruhannya, tetapi juga Yesus dan Roh Kudus. Yesus Kristus adalah seratus persen Allah dan seratus persen manusia, namun Allah bukan hanya Yesus Kristus saja, tetapi juga Bapa dan juga Roh Kudus. Roh Kudus adalah Allah yang datang sesudah Yesus Kristus naik ke sorga. Pekerjaan-Nya adalah menolong manusia dan siap memasuki/mendiami hati yang disucikan oleh darah Yesus Kristus. 

Ketiga pribadi (Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus) tersebut tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain. Salah satu dari yang tiga itu tidak bertindak lepas satu sama lain dan tidak berada lepas satu sama lain. 


PENOLAKAN TRINITAS ATAS DASAR AL QURAN

Alquran menyatakan bahwa semua nabi dari Adam sampai Muhammad saw. (termasuk Nabi Isa a.s.) mengajarkan Tauhid/monotheisme, yaitu penghambaan kepada satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak disembah. Tuhan tidak pernah berubah, baik sifat maupun jumlahnya. Tak satu pun yang membawa ajaran Trinitas/Tritunggal. 

Landasan ayat: 

1. TAUHID NABI NUH

 “Sesungguhnya Kami mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia (QS al-Mukminun 23).

2. TAUHID NABI HUD, SHALIH, DAN SYU’AIB 

Dan kepada kaum ‘Ad (Kami mengutus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia (QS Hud 50).

Dan kepada kaum Tsamud (Kami mengutus) saudara mereka, Shalih. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia (QS Hud 61).

Dan kepada kaum Madyan (Kami mengutus) saudara mereka, Syu’aib. Dia berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah tidak ada bagi kamu Tuhan selain Dia” (QS Hud 84).

3. TAUHID NABI YAKUB

 “Adakah kamu menyaksikan ketika Yakub mendekati kematian ketika berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang akan kamu sembah sepeninggalku kelak?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Esa dan kami hanya Islam kepada-Nya”  (QS al-Baqarah 133).

4. TAUHID NABI ISA 

Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam,” Padahal Almasih sendiri telah berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah meng­haram­kan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim. “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa…(Al Maidah 72-73).

5. TAUHID NABI MUHAMMAD SAW

Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah” (QS 47 Muhammad.” (74:19).

Ayat lainnya: 

QS.  As Syuura : 11
   
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” 
QS.  Al-An’am : 163

“Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

QS.  Al-Mukminun 91
 
“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu”

QS.  An-Nahl : 51

“Allah berfirman: "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut"

QS.  An-Nisaa :  35
   
“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam[293] dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”


PENOLAKAN TRINITAS ATAS DASAR BIBEL (ALKITAB)

Meskipun kitab Bibel sudah bercampur aduk antara firman Tuhan dengan tulisan manusia, namun di dalamnya masih tersisa ajaran Tauhid (monotheisme). Dinyatakan di dalamnya bahwa semua nabi dari Adam sampai Yesus mengajarkan penghambaan kepada satu-satunya Tuhan yang benar dan berhak disembah. Tuhan tidak pernah berubah, baik sifat maupun jumlahnya. 

1. Tauhid Nabi Musa

Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia” (Ulangan 4:35).

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 4:39).

“Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain” (Ulangan 6:4).

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku” (Ulangan 32:39).

2. Tauhid Nabi Daud

Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan Allah, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami” (II Samuel 7: 22).

“Tidak ada seperti Engkau di antara para Allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat” (Mazmur 86:8).

3. Tauhid Nabi Sulaiman

Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah” (I Raja-raja 8:23).

4. Tauhid Nabi Yesaya

Demikian firman Tuhan: “Dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripada-Ku” (Yesaya 43:10-11).

Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam: “Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain daripada-Ku” (Yesaya 44:6).

Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah” (Yesaya 45:5-6).

Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain” (Yesaya 45:18).

Bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku” (Yesaya 46:9).

5. Tauhid Nabi Isa (Yesus)

 “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” (Markus 12:29).

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku” (Yohanes 5:30).

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3).

ISTILAH TRINITAS TIDAK ADA DALAM BIBEL

Trinitas adalah dogma yang paling penting dalam iman Kristiani. Namun, keanehan yang sangat janggal adalah tidak adanya istilah Trinitas/Tritunggal dalam Bibel, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, baik secara eksplisit maupun secara implisit. Hal ini sudah diakui dengan sejujur-jujurnya oleh Dr. G.C. van Niftrik dalam bukunya Dokmatika Masa Kini:

Di dalam Alkitab tidak ditemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” ataupun suatu ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut

Dengan demikian, dapat disimpulkan dengan sangat mudah bahwa Trinitas bukanlah ajaran para nabi dari Adam sampai Yesus (juga Nabi Muhammad).

PENGAKUAN PARA SARJANA TEOLOGI
 
Para sarjana teologi Kristen terkemuka mengakui bahwa Trinitas adalah sebuah misteri yang tidak masuk akal, tidak bisa dimengerti dan tidak bisa dijelaskan.

1. Dr. R. Soedarmo dalam bukunya Ikhtisar Dogmatika mengatakan:

Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa tiga adalah satu dan bahwa satu adalah tiga. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti 

2. Alban Douglas dalam bukunya Inti Ajaran Alkitab mengatakan:

Barangsiapa mencoba untuk mengerti Tritunggal secara tuntas dengan daya akal manusiawi, akan menjadi tidak waras. Tetapi barangsiapa menyangkal Tritunggal, akan kehilangan jiwanya.

3. Dr. J. Verkuyl dalam bukunya Aku Percaya mengatakan:

Rahasia ketritunggalan ini sebenarnya tak dapat kita rumuskan dengan kata-kata manusia, hanya dapat kita sembah saja.  

4. Adolf Heuken Sj Dalam bukunya Ensiklopedi Gereja mengatakan:

Pengakuan Allah Tritunggal merupakan kekhasan iman Kristiani. Pengakuan inilah dasar dan puncak misteri. Misteri Allah Tritunggal tidak dapat disimpulkan dari apa pun dalam dunia. Misteri Tritunggal adalah misteri iman yang mutlak. 

5. Bernhard Lohse dalam bukunya Pengantar Sejarah Dogma Kristen mengatakan:

Dalam acuan terhadap masa-masa permulaan dari ajaran Trinitas, kita tetap menemukan ketidakpastian. Dalam bidang ini suatu penjelasan yang tuntas belum dicapai. Sejauh menyangkut Perjanjian Baru, kita tidak menemukan di dalamnya suatu ajaran yang aktual tentang Trinitas. 

SATU-SATUNYA AYAT TRINITAS DALAM BIBEL TERNYATA PALSU 

Ayat dalam Bibel yang dijadikan sebagai landasan ajaran Trinitas hanya ada satu saja, sebagaimana penjelasan Dr. G.C. van Niftrik: “Alasan yang menimbulkan perumusan dogma Trinitas mungkin terdapat dalam I Yohanes 5:7: Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. 

Ayat tersebut diakui sebagai ayat sisipan/palsu oleh pihak gerejani, karena tidak ditemukan dalam naskah codeks Sinaiticus, codeks Alexandrianus dan Vaticanus (lihat lampiran).

Zonder Publishing House, penerbit Alkitab dari Amerika dalam versinya The Holy Bible New International Version pada halaman 1242 memberikan komentar yang cukup obyektif, bahwa I Yohanes 5:7-8 itu tidak dijumpai dalam Naskah Yunani sebelum abad ke-16.

KEESAAN TUHAN TRINITAS TIDAK KEKAL

Jika keesaan Tuhan yang diimani terdiri dari tiga pribadi yang setara, sehakikat, sekehendak tidak bercampur, tidak berpisah dan tidak berasal mula, maka berarti keesaan Tuhan dalam Bibel tidak kekal, dengan bukti kejadian-kejadian sebagai berikut.

1. Ketika Yesus belum lahir, berarti 1/3 oknum Tuhan tidak ada. Jadi, Trinitas belum ada sebelum kelahiran Yesus ke dunia.

2. Ketika Yesus mati tragis dieksekusi di atas gantungan tiang salib (Matius 27:50/Markus 15:37/Lukas 23:46/Yohanes 19:28), berarti 1/3 oknum Tuhan tidak ada.

3. Allah Bapa ada di sorga dan Allah Yesus ada di bumi (oknum Trinitas berpisah)
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga (Matius 7:21).

ALLAH, YESUS DAN ROH KUDUS BUKAN OKNUM TUHAN YANG SAMA

Tanpa banyak komentar, fakta-fakta berikut sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Roh Kudus itu tidak sama.

1. Menghujat Allah Bapa dan Yesus masih bisa diampuni, tapi menghujat Roh Kudus tak berampun.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal (Markus 3:28-29).

Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni (Lukas 12:10).

Komentar:

Ayat tersebut membuktikan bahwa Allah Bapa dan Allah Yesus tidak sama dengan Allah Roh Kudus bukan oknum Tuhan tersebut diyakini setara, sehakikat dan sekehendak.

Jika ketiga oknum Tuhan itu sama, setara, sehakekat dan sekehendak, seharusnya menghujat Allah, menghujat Yesus dan menghujat roh Kudus sama-sama tidak berampun.

2. Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Roh Kudus turun seperti burung merpati dan Allah berfirman dari langit.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan dia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan (Matius 3:17; bandingkan: Markus 1:11, dan Lukas 3:22).

Komentar:

Ayat tersebut jelas menolak doktrin bahwa Allah Bapa, Allah Yesus dan Allah Roh Kudus adalah oknum yang setara, sehakikat, sekehendak, satu zat, tidak bercampur dan tidak berpisah.

Sebab, dalam peristiwa pembaptisan di sungai Yordan tersebut, masing-masing oknum Tuhan tampak dalam 3 rupa, yaitu:

- Allah Bapak ada di langit dan bersuara,

- Allah Anak kelihatan berupa manusia Yesus yang sedang basah kuyup di sungai

- Allah Roh Kudus menjelma menjadi burung merpati yang sedang terbang di atas kepala Yesus.

Jelas sekali, ketiganya berbeda, tidak sama.

3. Yesus (Allah Anak) bergembira dalam Roh Kudus dan bersyukur kepada Allah Bapa.

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Lukas 10:21).

ALLAH BAPA TIDAK SAMA DENGAN ROH KUDUS

1.     Roh Kudus berdoa kepada Allah Bapa

Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Roma 8:26).

2. Roh Kudus adalah Malaikat Jibril

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria (Lukas 1:26).

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri (Matius 1:18; bdk: QS Maryam 16-19). 

3. Roh Kudus diutus Allah

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaku (nama Yesus, pen.) Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yohanes 14:26).

Logika:        - Setiap yang diutus/disuruh Tuhan pasti bukan Tuhan dan tidak      sama dengan Tuhan.

                        - Roh Kudus diutus/disuruh Tuhan.

                        - Berarti, Roh Kudus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan

YESUS TIDAK SAMA DENGAN ALLAH BAPA (BERARTI YESUS BUKAN TUHAN)

1. Yesus lebih kecil daripada Allah Bapa. 

Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa “(Yohanes 10:29).
“Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita karena aku pergi kepada Bapa-ku, sebab Bapa lebih besar daripada aku” (Yohanes 14:28).

Logika:        - Setiap yang lebih kecil dari Tuhan pasti bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan

                                              - Yesus lebih kecil dari Tuhan.

                                              - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan

2. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu

Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Matius 24:36).

Logika:        - Allah tahu kapan datangnya Hari Kiamat.

                        - Yesus tidak tahu kapan datangnya Hari Kiamat.

                        - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

3. Allah Maha Baik, sedangkan Yesus menolak disebut baik. Maka Yesus bukan Tuhan Allah.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (I Tawarikh 16: 34).

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja” (Markus 10: 18)

Logika:        - Allah Maha Baik.

                        - Yesus menolak disebut sebagai orang baik.

                        - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

4. Allah Maha Mengetahui (I Raja-raja 8: 39), sedangkan Yesus tidak tahu dan mencari-cari buah ara (Matius 21: 18-19). 

Logika:        - Allah itu Maha Mengetahui.

                        - Yesus tidak tahu dan mencari-cari buah ara.

                        - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

5. Yesus duduk dan berdiri di sebelah kanan Allah

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah (Markus 16:19).

“Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah (Kisah Para Rasul 7:56).

Logika:        - Setiap yang duduk bersama Tuhan pasti bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

                        - Yesus duduk bersama Tuhan.

                        - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

6. Yesus datang dari Allah

Yesus tahu bahwa Bapanya telah menyerahkan segala sesuatu kepadanya dan bahwa dia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.Yesus bersyukur kepada Allah (Yohanes 13:3).

Kata Yesus: “Aku datang dari Bapa dan aku datang ke dalam du­nia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa” (Yohanes 16:28).

Logika:            - Setiap yang datang dari Tuhan pasti bukan Tuhan dan tidak                                   sama dengan Tuhan

                                                  - Yesus datang dari Tuhan.

                                                  - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
.
7. Yesus bersyukur kepada Allah Bapa

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil “(Matius 11:25).

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Lukas 10:21).

8. Tidak pantas Tuhan berdoa, karena Tuhan itu menerima doa 

“TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.” (Amsal 15: 29)

Karena Yesus berdoa maka Yesus bukan Tuhan

“Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.” (Lukas 5: 16)

“Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:….” (Lukas 22: 41)

“Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.” (Lukas 22 : 45)

“Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (Matius 26: 36)

Karena Yesus berdo’a maka Yesus bukan Tuhan, sebab mustahil ada Tuhan berdo’a.

Logika:         - Tuhan tidak berdoa, tetapi menerima doa.

                                              - Yesus berdoa kepada Tuhan.

                                              - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

9. Allah Maha Penyelamat dan Pelindung (Mazmur 34: 20), sedangkan Yesus bedoa supaya selamat (Yohanes 12: 27). Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

10. Allah tidak penakut, sedang Yesus penakut (Matius 16: 20; Yohanes 7:10). Maka Yesus bukan Tuhan Allah.

11. Allah tidak dapat digoda dan dikelabuhi, sedangkan Yesus dicobai oleh iblis. 

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. (Yakobus 1: 13)

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. (Lukas 4: 1-2)

Logika:         - Allah tidak dapat dicobai oleh siapapun. 

                                              - Yesus dicobai oleh iblis.

                                              - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

12. Allah tidak mengantuk dan tidak tidur, sedangkan Yesus mengantuk dan tidur. 

Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. (Mazmur 121: 3-4).

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridnya membangunkan dia dan berkata kepadanya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun. (Markus 4: 37-38)

Logika:         - Allah tidak pernah mengantuk dan tidur. 

                                              -Yesus tidur pulas.

                                              -Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

13. Allah Maha Kuasa (II Korintus 6: 18), sedangkan Yesus disetir oleh Allah Bapa

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku (Yohanes 5:30).

Logika:         - Yang disetir oleh Tuhan bukanlah Tuhan.

                                              - Yesus disetir oleh Tuhan.

                                              - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

14, Yesus berteriak memanggil Allah Bapa

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (Matius 27:46).

Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? “(Markus 15:34).

Lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga, sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaku”. Dan sesudah berkata demi­kian dia menyerahkan nyawanya” (Lukas 23:44-46).

Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah ia: “Sudah selesai”. Lalu ia menundukkan kepalanya dan menyerahkan nyawanya” (Yohanes 19:30).

Logika :       - Yang berteriak memanggil Tuhan, jelas bukan Tuhan (lucu sekali 
                          bila Tuhan beteriak memanggil Tuhan).

                                              -Yesus berteriak memanggil Tuhan.

                                              -Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

15. Kematian tidak menimpa Allah, sedangkan Yesus mengalami     kematian.

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut” (I Timotius 6: 16)

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawanya” (Markus 15: 37)

Logika:         - Allah Maha Hidup dan tak pernah mati.

                                              - Yesus mati di atas gantungan tiang salib.

                                              - Berarti, Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan.

PENOLAKAN TRINITAS ATAS DASAR PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN

Untuk merasionalkan Dogma Trinitas, para sarjana Teologi terkemuka mencoba menunjukkan berbagai perumpamaan supaya Trinitas dapat dipahami dan dimengerti. Berikut ini beberapa perumpamaan dan bantahannya.

1. Perumpamaan Ruangan oleh Agustinus dan Prof. Bavink

Ruangan di sekeliling kita mempunyai tiga ukuran: tinggi, panjang, dan lebar. Di mana pun juga, baik dalam kamar, dalam peti, maupun dalam alam, ukuran itu selalu berada sebagai Tritungal ukuran panjang, lebar, dan tinggi.

Apabila dihilangkan tingginya atau lebarnya, tidak ada ruangan lagi. Ketiga-tiganya: panjang, lebar, dan tinggi selalu bersatu dan saling berhubungan, dan bersama-sama mereka mewujudkan sebuah ruangan. Ruangan selalu berada sebagaimana Tritunggal. 

Bantahan:

Perumpamaan itu sangat tidak sesuai dengan dogma Trinitas.

a. Dalam dogma Trinitas, Tuhan adalah Esa dengan mempu­nyai tiga oknum: Allah Bapa, Allah Anak (Yesus), dan Roh Kudus. Allah Bapa adalah Tuhan, Allah Anak (Yesus) adalah Tuhan, dan begitu pula dengan Roh Kudus. Masing-masing adalah Tuhan.

b. Dalam perumpamaan ruangan yang terdiri dari tinggi, panjang, dan lebar, masing-masing unsur tidak disebut sebagai ruangan. Tinggi bukan ruangan, panjang bukan ruangan, dan lebar pun bukan ruangan.

Jelas sekali bahwa perumpamaan ruangan untuk merasionalkan Trinitas salah alamat.

2.     Perumpamaan Kubus oleh H.M. Finlay

Trinitas itu dapat dilukiskan dengan sebuah bentuk kubus.

Gambar 1, adalah suatu kesatuan mutlak, hanya satu ukuran saja.
Gambar 2, terdiri dari dua ukuran, tetapi masih satu benda, bukan dari dua kesatuan yang ter­pisah.

Gambar 3, adalah satu kubus yang terdiri dari 3 ukuran. Sungguh pun demikian, kubus tersebut masih tetap satu benda, bukan tiga.  

Bantahan:

a. Kubus terdiri dari 3 unsur ukuran. Jika salah satu unsur tidak ada, kubus tidak akan ada. Kalau Tuhan diumpamakan se­perti kubus, maka berarti Tuhan tidak ada ketika Yesus belum lahir dan ketika Yesus tewas disalib.

b. Kalau Tuhan harus ada bila ada 3 unsur ukuran, berarti Tuhan itu diciptakan, bukan Maha Pencipta (Khalik).

3. Perumpamaan Api

Trinitas itu dapat dilukiskan dengan api.

“Bahwa dunia penuh dengan hal-hal yang tiap-tiap merupakan kesatuan juga merupakan kejamaan. Misalnya: Api = cahaya, panas, dan rasa. Bahkan, benda-benda yang biasa saja misal­nya kursi. Kursi bukanlah kakinya atau sandaran punggungnya, melainkan semuanya bersama-sama. Jadi, terlalu gampang kalau dikatakan bahwa satu tak mungkin tiga dan sebaliknya.

Bantahan:

Sama dengan bantahan nomor 1.

4.     Perumpamaan Tuhan dan sopir

         Trinitas itu dapat dilukiskan dengan perumpamaan sebagai berikut:

“Hamran Ambrie kalau di rumah adalah kepala rumah tangga, kalau di kantor adalah direktur, sedang kalau menyetir mobil, Hamran Ambrie adalah seorang sopir. Tetapi, jumlah Hamran Ambrie hanya ada satu orang, bukan tiga. Sebutan yang berbeda menunjukkan aktivitas yang berbeda pula. 

Bantahan:

Pertama. Jabatan seorang Hamran Ambrie tidak hanya tiga (sopir, kepala rumah tangga dan direktur) saja, melainkan masih banyak lagi. Misalnya, pendeta di gereja, pembeli di super market, penumpang di bus kota, pasien di rumah sakit, guru di sekolah Minggu, penonton di tempat hiburan, pengunjung di sebuah pameran, pembaca koran, pemirsa televisi dan lain-lain.

Kalau Tuhan Trinitas dianalogikan dengan pribadi Hamran Ambrie, seharusnya oknum Tuhan yang diyakini tidak hanya tiga, tapi selusin lebih. 

Kedua. Karena Hamran Ambrie hanya ada satu orang, maka mustahil Hamran Ambrie menjadi kepala rumah tangga di dalam rumah, menjadi direktur di kantor dan menjadi sopir dalam mobil dalam waktu yang bersamaan.

Jika Tuhan Trinitas diumpamakan dengan pribadi Hamran Ambrie, maka kekuasaan Tuhan sangat terbatas. Ketika Tuhan menjelma menjadi manusia Yesus, berarti di sorga tidak ada Tuhan. Dan ketika Tuhan menjelma menjadi burung merpati yang terbang di sungai Yordan, maka Yesus sedang tidak menjadi Tuhan. 

Mustahil Tuhan sangat terbatas kekuasaannya. Berarti, perumpamaan Hamran Ambrie tersebut meleset.

TRINITAS MENIRU AJARAN AGAMA KAFIR SEBELUMNYA

Kepercayaan Tuhan Trinitas adalah ajaran agama-agama kafir yang sudah lama berkembang di mana-mana, terutama di sekitar Laut Tengah. Jauh sebelum ada penyelidikan sejarah, Alquran sudah memberikan sinyalemen bahwa dogma Trinitas itu tidak Alkitabiyah, melainkan meniru agama-agama kafir sebelumnya.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu Anak Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu Anak Allah”. demikian itu ucapan mereka dengan mulut mereka, meniru omongan orang-orang kafir sebelumnya. Allah pasti membinasakannya. Bagaimana mereka itu dapat berpaling?” (QS at-Taubah 30).

BERIKUT INI BUKTI-BUKTI BAHWA TRINITAS ITU MENCONTEK AGAMA-AGAMA KAFIR SEBELUMNYA.

1. Trinitas di Mesir

a. Tuhan Bapa (Osiris)

- Lahir pada tanggal 27 Desember dari perawan Neis (Perawan Dunia) di    dalam goa.

- Mengajarkan cinta kasih, kedamaian dan kelembutan.

- Dikalahkan oleh Typhon, disalib dan dicincang sampai mati sebagai penebus dosa.

- Setelah mati, jasadnya bangkit pada hari ketiga.

b. Tuhan Perempuan (Isis)

- Isis adalah Tuhan perempuan yang pemujaannya saat ini sama dengan  pemujaan umat Katolik terhadap Bunda Maria.

c. Tuhan Anak (Horus)

- Anak tunggal Osiris–Isis yang lahir di goa (kisah ini diadopsi Kristen dengan menyatakan bahwa Yesus lahir di goa).

-  Juru selamat yang mati menebus dosa dengan darahnya, dikuburkan, kemudian jasadnya bangkit pada hari ketiga.

- Gambar-gambar tentang Horus dalam gendongan ibu­nya (Tuhan Isis) masuk ke dalam Gereja dalam bentuk bayi Yesus di tangan Bunda Maria.

2.     Trinitas di Persia (Mitraisme)

- Mitra adalah dewa matahari yang banyak dipuja di berbagai negeri dari India sampai Eropa.

- Dewa Mitra diyakini sebagai Juru Selamat Penebus Dosa yang lahir dari seorang perawan pada hari Minggu tanggal 25 Desember. Kepercayaan inilah yang diadopsi oleh penganut Kristen. 

- Hari Minggu adalah hari suci bagi agama Mitra. Kemudian, tradisi ini diabadikan sebagai hari suci untuk beribadah di gereja oleh umat Kristen. Padahal, Bibel memerintahkan mereka untuk menguduskan hari Sabat (Keluaran 20:8; Ulang­an 5:12). 

Hal ini terbukti dengan istilah Minggu (Domingos = hari Tuhan), Sunday, Sonntag, Zondag (hari Matahari).

- Untuk menebus dosa manusia, dewa Mitra menjelma (inkarnasi) menjadi lembu suci yang darahnya menebus dosa manusia.

3.     Trinitas/Trimurti di India (Hindu)

- Dalam agama Hindu, Tuhan diyakini terdiri dari tiga oknum (Trimurti), yaitu Brahma (Tuhan Bapa), Wisnu (Tuhan Pemelihara), dan Syiwa (Tuhan Pembinasa). 

- Brahma mempunyai seorang anak yang tunggal yaitu Krisna yang dilahirkan di kandang sapi. Ketika lahir, Krisna terancam pembunuhan oleh Kasna, sedangkan kelahiran Yesus terancam pembunuhan Herodes.

- Oknum ketiga dari Trimurti adalah Syiwa. Kepadanya sering dikorbankan beratus-ratus nyawa manusia. Tetapi, menurut pemeluk Hindu, nyawa-nyawa yang dikorbankan itu sesungguhnya adalah inkarnasi Syiwa sendiri.  
Wallaahu a’lam bis-shawaab.

(Oleh: Eros Dai – Ketua Pengkaderan dan Dakwah Tim FAKTA Pusat)

0 komentar:

Poskan Komentar

Ternyata bukan orang Islam pelaku WTC 11 Sept 2001

TIM FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)

TIM FAKTA adalah organisasi yang bergerak dalam mengantisipasi pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen terhadap orang-orang Islam. Kristenisasi bukan rahasia lagi, karena Kristenisasi merupakan kegiatan yang diperintahkan oleh alkitab dan gereja kepada umatnya untuk memurtadkan umat Islam agar masuk kedalam agama Kristen, dan ini terjadi diseluruh dunia Islam, khususnya di Indonesia. TIM FAKTA, sudah banyak menyelamatkan orang-orang Islam yang dimurtadkan kemudian sadar dan kembali ke ajaran Islam lagi setelah melalui dialog, diskusi, atau dengan cara rukyah apabila yang dimurtadkan lewat sihir. Memang tantangan bagi TIM FAKTA tidak ringan, sangat berat! tapi ini merupakan tugas kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita seiman dari pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen. Selain itu, TIM FAKTA juga konsen dengan gerakan serupa yang tujuannya untuk mendangkalkan aqidah umat Islam seperti yang dilakukan oleh Jaringan Islam Libral, dan faham-faham sesat lainnya. Semoga Allah selalu meridho'i jalan yang kami tempuh untuk menegakan kalimah yang benar/hak yaitu "TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH"

(Tulisan TIM FAKTA bisa dibaca di majalah Islam "Sabili" artikel "Bimbingan Tauhid")
TIM FAKTA Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama. Kontak Pengasuh: 0818844393, 081314416666, 08165425227, 08179970066, 08158338083, 081383384433, email: timfakta@yahoo.com - timfakta@gmail.com. Dompet Anti Pemurtadan: Bank Muamalat no. rek.305.1959.422 an. FAKTA. dan Bank BCA no. rek. 1661.804.888 an. Abud Syihabuddin

SALURKAN INFAQ ANDA

INFAQ PEDULI AL AQSHA (Palestina)
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA

INFAQ "KISPA PEDULI NEGERI"
Khusus Membantu Korban Bencana DI INDONESIA
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Fatmawati
No. Rek. 911.05871.99 an. Andi Syafuddin QQ KISPA.

INFAQ OPERASIONAL RELAWAN KEMANUSIAAN KISPA
Khusus untuk Pengiriman Bantuan Rakyat Palestina
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan
no. 116 70246 96 an. Muhendri

"INFAQ DUNIA ISLAM" KISPA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanah Abang
No. Rek. 2640024043 an. Dasrial

AGAMA YANG DITERIMA ALLAH HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH ISLAM. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam ".
Design by Blogger Islamic Template