Senin, 20 Oktober 2014

PARA MUJAHIDIN TERMASUK JABHAH NUSRAH MINTA AGAR ISIS BEBASKAN ALAN HENNING

Alan Henning sebelum disembelih oleh ISIS

Para mujahidin yang menjadi sahabat Alan Henning minta agar ISIS membebaskan Alan, karena ia hanya seorang pekerja kemanusiaan yang sedang membantu rakyat Suriah dari penderitaannya akibat kezaliman rezim basyar al Assad. Termasuk kelompok mujahidin Jabhah Nusrah pernah meminta pada kelompok ISIS agar membebaskan Alan karena ia hanya petugas kemanusiaan menurut hukum Syariah Alan tidak boleh dibunuh karena ia bukan musuh umat Islam justru sebaliknya ia sedang membantu umat Islam. Tapi ISIS tidak peduli dengan semua alasan yang disampaikan oleh umat Islam yang memberi jaminan keamanan untuk Alan Henning.

Video Muslim Inggris, wahai ISIS tolong bebaskan Alan Henning
Sabtu, 26 Zulqa'dah 1435 H / 20 September 2014 09:05
Mujahid asal Inggris minta agar ISIS bebaskan Alan

video

INGGRIS - Pada Rabu (17/9/2014), Abu Salaam-seorang Muslim Inggris sesama relawan Suriah, sahabat Alan-mengunggah video permohonan yang ditujukan kepada ISIS. Dalam video yang berdurasi kurang dari 5 menit tersebut, Abu Salaam atau Akhi Majid Freeman memohon pembebasan Alan yang telah mendapatkan Amaan (jaminan keselamatan dan keamanan) dari kaum Muslimin.

Berikut pemaparan lengkap dalam video permohonan tersebut. Semoga menjadi pembuka hati para pencinta kebenaran dan menyejukan hati para penawan (ISIS) agar kembali membagi welas asih kepada sesama manusia, sebagaimana diteladankan Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam. Insyaa Allah.

                                              بسم الله الرحمن الرحيم
Saya membuat pernyataan ini mewakili muslim inggris dan semua anggota konvoi kemanusiaan yang memberikan bantuan seperti, makanan, selimut, parcel, obat-obatan dan ambulan untuk saudara-saudari juga anak-anak di Suriah.
Tawananmu (ISIS) Alan Henning, berangkat bersama kami beberapa kali ke Suriah. Dalam setiap kesempatan kami melindunginya di bawah perhatian dan jaminan dari kami Muslimin. Konvoi kami tidak memasuki Suriah dengan kecaman, tidak juga Alan. Ia merasa nyaman, rileks dan gembira bersama kami. Ia yakin bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat membahayakan dirinya juga kami, selama ia di tempat Kaum Muslimin dan dalam penjagaan Kaum Muslimin. Terutama karena misi kami adalah untuk membagikan bantuan kepada saudara-saudari di Suriah.
Alan tergerak hatinya karena kondisi orang-orang Suriah yang memprihatinkan, terutama kanak-kanak. Sehingga ia mendedikasikan seluruh waktu luangnya untuk menghimpun dana, membangkitkan kesadaran masyarakat tentang derita Suriah. Ia bahkan mencuci mobil-mobil sebagai cara menghimpun dana. Ia membantu mengumpulkan bantuan dan memberi tahu masyarakat Inggris tentang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan rezim Assad di Suriah.
Pada Desember tahun lalu, ia melewatkan Natalnya dengan keluarganya, demi membantu saudara-saudari kita di Suriah. Subhanallah, di kali lain, kami kemalaman di jalan. Kemudian kami putuskan untuk menginap di hotel. Namun Alan menolaknya. Ia mengatakan bahwa ia akan tidur di dalam mobil ambulan saja, uang penginapannya bisa didonasikan untuk Suriah saja. Itulah [sedikit gambaran] pria yang dapat merepresentasikan pribadi Alan.
Ia adalah seorang pecinta keluarga (family man). Ia adalah orang yang baik. Seperti halnya Anda (ISIS) dan kami, niatnya adalah ingin membantu meringankan penderitaan saudara-saudari kita di Suriah. Maka tolong jangan ambil nyawanya, atas kejahatan pihak internasional terhadap Suriah.

Alan bahkan menolak nasihat dari pemerintah Inggris untuk mengurungkan niatnya membantu masyarakat Suriah. Ia yakin bahwa saudara-saudari yang terbunuh dengan serangan udara di Suriah tidak bersalah. Pria baik ini, menolak semua kejahatan rezim Assad. Ia tidak memiliki agenda politik terselubung di balik misi kemanusiaanya. Ia juga idak berafiliasi dengan agenda politik apapun.
Ia telah memperlihatkan sifat welas asih, perhatian, dan cintanya kepada saudara-saudari kita di Suriah. Itulah bukti bahwa ia bukan musuh Ummat Islam atau “Daulah Islam” (ISIS). Oleh karenanya, kami mohonkan kepada Anda (ISIS) agar menunjukkan belas kasihan dan cinta kepada Alan, sebagaimana ia memberikan hal yang sama kepada saudara-saudari Muslim Suriah.
Allah subhanahu wata’ala kini telah memberikan “kuasa” kepada Anda (ISIS) untuk menyelamatkan nyawa pria tak berdosa ini. Kami mohon kepada Anda/ISIS (Abu Salaam berhenti sejenak sambil menghela nafas dalam-dalam menahan air mata) agar mengikuti jalur hukum –mahkamah syar’iah- guna memastikan bahwa kasih sayang dan welas asih masih Allah subhanahu wata’ala masih sisipkan di dalam hati para pengiman-Nya.

Kami menjamin keamanan dan keselamatan Alan sebagaimana Muslim menjamin [ahli dimmah] dan meminta pemimpin Anda (ISIS) untuk menghormati Amaan (jaminan keselamatan) yang kami sampaikan. Dan tolong penuhilah janji kami kepada Alan. Tolong tunjukanlah kepada dunia betapa welas asihnya pribadi Muslim.

Kami tahu Anda (ISIS) tidak takut akan mahluk ciptaan Allah, hanya kepada Allah sangpenciptalah kalian takut. Maka tolong, tolong, tolong bebaskanlah Alan.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Jabhah Nusrah Pernah Minta ISIS Bebaskan Tawanan Inggris
Mujahidin Jabhah Nushrah
KIBLAT.NET, London — Di tengah kecemasan keluarga Alan Henning (47), setelah rilis video IS Sabtu pekan lalu memperingatkan ia akan menyusul dibunuh seperti tiga tawanan Barat lainnya, Koran Inggris, The Independent, melaporkan bahwa Al-Qaidah pernah meminta agar Henning dibebaskan.

Laporan itu berdasarkan kesaksian Bilal Abdul Kareem, pembuat film asal AS yang banyak melaporkan situasi dari dalam Suriah. Dalam salah satu perjalanannya di Suriah, Kareem sempat bertemu dengan seorang komandan Jabhah Nushrah yang menegosiasikan pembebasan Henning.
Henning adalah seorang sopir taksi asal Inggris yang mengemudikan salah satu ambulans dalam konvoi bantuan dari Muslim Inggris. Desember tahun lalu, konvoi itu dihentikan oleh pos pemeriksaan ISIS (kini IS) ketika menuju Al-Dana, dekat perbatasan Turki. Henning, satu-satunya relawan non-Muslim dalam rombongan bantuan, kemudian ditawan oleh pasukan ISIS.
Ketika dipenjarakan di Al-Dana, seorang komandan Jabhah Nushrah yang berafiliasi pada Al-Qaidah sempat melobi ISIS agar membebaskan relawan Inggris itu. Kareem menuturkan, “Empat hari setelah penangkapan Henning, komandan JN pergi ke Al-Dana dan menyampaikan: ‘Kalian bertindak keliru. Kalian tak berhak menawan dia hanya karena ia bukan seorang Muslim’.”
Menurut Kareem, ia bertemu sang komandan setelah negosiasi itu. Komandan itu yakin, ISIS akan membebaskan Henning sesuai dialog mereka. Namun kemudian Heaning dipindahkan dari Al-Dana dan tak pernah diketahui lagi kabarnya sampai muncul video IS pekan lalu.
Alan Henning (kiri) Foto: Telegraph

video

Alasan penahanan Henning

Dalam blognya, Kareem menceritakan lebih detil tentang penangkapan Henning. “ISIS curiga ia seorang mata-mata,” tulisnya. “Para relawan Muslim asal Inggris yang tak percaya tuduhan itu kemudian meminta bukti. Pihak ISIS menyatakan bahwa dalam situasi seperti itu tak mungkin seorang bule Kristen berani masuk Suriah kecuali ia mata-mata.”
“Komandan ISIS kemudian menunjukkan paspor Henning sebagai bukti, ‘Ada chip rahasia di dalamnya. Gunanya agar badan intelijen bisa melacak keberadaannya.’ Salah satu relawan Muslim dari konvoi itu menjawab: ‘Semua paspor Inggris seperti itu!’, sambil menunjukkan paspor Inggrisnya.
“Muslim lain dalam konvoi itu memberitahukan pada ISIS bahwa Henning telah meninggalkan perayaan Natal bersama keluarganya untuk membantu warga Suriah, orang-orang yang sedang dibantu juga oleh ISIS.”
“ISIS menyatakan tetap menawan dia dan menuntut uang tebusan. ‘Untuk apa?’ tanya mereka. ISIS menjawab: ‘Kami akan menukar dia dengan seseorang yang dipenjarakan Inggris.’ Para Muslim itu menyatakan bahwa itu tidak sesuai syariat Islam dan mereka tak berhak menawan Henning.
“Salah satu relawan bantuan menyatakan bahwa banyak orang menunggu bantuan konvoi itu dan aksi ISIS akan menimbulkan masalah bagi upaya membantu rakyat Suriah. Komandan ISIS menjawab, ‘Kami tak butuh konvoi bantuan – kami punya Allah’.”

Fatwa Syaikh Al-Maqdisi mengenai ancaman ISIS menyembelih aktivis kemanusiaan Alan Henning 

Senin, 28 Zulqa'dah 1435 H / 22 September 2014 07:56
Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi (hafizahullah)

Kekeliruan ISIS dalam menjalankan syari’at “pemenggalan kepala” kian memojokkan Islam ke dalam stigma “agama yang keji dan tak berbelas kasihan”. Sementara, predikat rahmatan lil ‘alamin tenggelam dalam lautan foto dan video berdarah-darah yang diunggah bebas oleh ISIS dan pengikutnya bukan untuk pelajaran bagi kaum Kuffar, namun dengan kebanggaan nan menipu. Subhanallah.

Alan saat ini dalam tawanan ISIS, dan ini adalah 
cuplikan dari ancaman ISIS kepadanya

Tidakkah ISIS memahami Qur’an Surat Al-Baqarah (2) ayat 190?

وَقَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبِّ الْمُعْتَدِينَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Maka pantaslah Syaikhuna Al-Maqdisi mengecam keras perbuatan ISIS yang kian tak adil terhadap lawannya, termasuk kepada non-Muslim sekalipun. Berikut fatwa yang beliau -semoga Allah melindunginya- terkait ancaman ISIS atas pemenggalan seorang aktivis kemanusiaan Alan Henning beberapa waktu lalu.

PENOLAKAN DAN PENGINGKARAN TERHADAP SIAPA SAJA YANG MENANGKAP ATAU MEMBUNUH PARA PEKERJA KEMANUSIAAN MESKIPUN MEREKA ADALAH ORANG-ORANG KAFIR

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada penutup para nabi dan rasul, sayyidina Muhammad, kepada keluarga dan kepada para sahabat beliau, wa ba’du:
Allah Ta’ala berfirman:

وَٱتَّقُواْ فِتۡنَةٗ لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمۡ خَآصَّةٗۖ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢٥

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya” [Qs. Al Anfal: 25].

Nabi Muhammad SAW telah memberikan sebuah permisalan kepada kita di dalam sebuah hadits shahih:

مَثَلُ القَائِمِ في حُدُودِ اللهِ وَالوَاقعِ فِيهَا ، كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَصَارَ بَعْضُهُمْ أعْلاها وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، وَكَانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقهُمْ ، فَقَالُوا : لَوْ أنَّا خَرَقْنَا في نَصِيبِنَا خَرْقاً وَلَمْ نُؤذِ مَنْ فَوقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أرَادُوا هَلَكُوا جَميعاً ، وَإنْ أخَذُوا عَلَى أيدِيهِمْ نَجَوا وَنَجَوْا جَميعاً

“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan yang melanggarnya adalah bagaikan suatu kaum yang mengadakan undian untuk naik sebuah kapal, maka jadilah sebagian mereka ada di atas dan sebagian lagi di bawah. Lalu orang-orang yang ada di bawah jika mereka hendak mengambil air maka harus melewati orang yang di atas mereka. Maka mereka berkata: “Seandainya kami melubangi kapal ini maka kami tidak mengganggu orang yang di atas kami.”Jika para penumpang kapal itu membiarkan apa yang mereka kehendaki itu maka semuanya akan binasa. Tetapi jika mereka mencegahnya maka selamatlah dan selamat semuanya.” [HR. Bukhari No. 2493]

Kesimpulan dari hadits tersebut adalah bahwa berdiam diri dan tidak mengingkari perbuatan yang mungkar akan menyebabkan turunnya bencana kepada semua orang, maka dari itu ketika kami melihat kesalahan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, maka kita tidak berhak untuk berdiam diri dari kesalahan itu walaupun kita akan terbebani dengan mara bahaya atau permusuhan, dan walaupun para penentang kita mencoba untuk merubah perkataan kita dari maksud sebenarnya, atau mencemarkannya, karena Allah telah mengambil perjanjian kepada para penyandang Al Kitab,

“Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”.

Risalah saya ini adalah nasehat kepada Tanzhim Daulah yang masih merupakan bagian dari bahtera umat, ia tidak keluar darinya, walaupun ia berusaha untuk mengeluarkan banyak kaum Muslimin darinya. Yang kami khawatir adalah pelanggaran-pelanggarannya dan Ummat yang bersamanya, karena Nabi kita shallallahu ‘alayhi wa sallam telah mewasiatkan kepada kita dengan sabdanya:

“tolonglah saudaramu yang dzalim maupun yang didzalimi”.

Tanzhim Daulah pada hari ini terzhalimi dengan serangan para salibis terhadapnya dan terhadap kaum muslimin secara keseluruhan, tidak halal bagi seorang pun untuk mendukung salibis dalam memeranginya. Akan tetapi, Tanzhim Daulah juga dzalim karena permusuhannya terhadap kaum Muslimin, sebagaimana yang terjadi di Utara Syam (Aleppo – red.), yang sampai saat ini senjata dan alat tempur pasukannya masih mengarah kepada kaum Muslimin.

Namun jika ternyata akhir-akhir ini hal tersebut sudah mulai berkurang, maka kami berharap agar dia dapat berhenti dan mencukupi serta meneruskan sikapnya untuk berhenti itu, jangan sampai hanya sementara saja, yaitu hingga kecaman internasional kepada mereka berkurang.

Kami memandang bahwa tekanan global dan prilaku dzalim yang menimpa mereka adalah disebabkan apa yang telah mereka perbuat, yaitu berbuat dzalim kepada kaum Muslimin dan menumpahkan darah para Mujahidin serta melenceng dari kebijakan syariat Nabi, hingga dunia takut terhadap mereka dan terhadap kaum Muslimin.

Mengapa mereka tidak bertaqwa kepada Allah dan bertaubat dari kedzaliman mereka, dan mencukupkan permusuhannya terhadap kaum muslimin? Semoga Allah mencukupkan serangan orang-orang kafir terhadap mereka.

Jika kebanyakan dari mereka mengkafirkan banyak Mujahidin dan mengkhianati mereka serta meneriaki mereka dengan tuduhan pro-orang-orang kafir, maka hendaknya sekarang mereka berpikir, mengapa ada banyak kelompok-kelompok perlawanan yang menolak kedatangan musuh salibis yang kafir dan enggan untuk bersikap pro terhadapnya meskipun di antara kelompok-kelompok ini dengan Tanzhim Daulah terdapat permusuhan dan darah? Apakah itu tidak menjadikan sebuah pelajaran dan pencegah bagi mereka tidak mengkafirkan saudara-saudara mereka?

Karena sesungguhnya kembali kepada kebenaran itu lebih baik dari pada terus-menerus berada di atas kebathilan.

Kemudian di dalam kalimat ini saya ingin menjelaskan hukum Islam mengenai membunuh sebagian sandera yang bukan Islam, dengan tujuan menjelaskan hukum syariat dan menjaga wajah syariat agar tidak diperburuk citranya.

Sesungguhnya orang-orang bukan Islam yang masuk ke dalam negeri-negeri kaum Muslimin untuk menjalankan tugas kemanusiaan dan tidak terbukti bahwa mereka adalah mata-mata, maka mereka harus diperlakukan seperti para pencari suaka yang haram untuk dibunuh dan diambil harta serta hak-hak mereka. Karena tujuan mereka masuk adalah untuk membantu kaum Muslimin yang miskin dan merawat mereka yang terluka serta memberi makan kepada mereka yang lapar, disertai penghormatan mereka terhadap agamanya kaum Muslimin, dan tidak menampakkan permusuhan terhadapnya, wajib hukumnya untuk disambut dengan hormat dan diberikan jaminan keamanan sebagaimana Rasul kita shallallahu ‘alayhi wa sallam memperlakukan setiap orang-orang musyrik yang membantu atau menolong beliau. Dan ini adalah bagian dari sikap adil yang dicintai oleh Allah, sehingga orang-orang seperti mereka tidak boleh dizhalimi.

Allah ta’ala berfirman:

لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٨

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil” [Al Mumtahanah: 8].

Sebelum hari-hari penyembelihan yang dilakukan oleh Tanzhim Daulah terhadap sandera warga negara Inggris (David Haines), media mengatakan bahwa ia bekerja di bidang kemanusiaan. Namun terlepas dari kebenarannya, para penyembelih mengancam di dalam rekaman video mereka bahwa mereka akan menyembelih seorang warga negara Inggris lainnya yang bernama Alan Henning.

Menurut informasi yang kami terima, lelaki ini adalah seorang sopir yang menjadi relawan pengantar bantuan kemanusiaan, ia dikirim oleh sebuah badan amal Inggris yang bernama Lembaga Al Fatihah. Lembaga ini telah mengirim beberapa konvoi bantuan kemanusiaan ke Suriah yang berisi obat-obatan dan bantuan-bantuan lainnya untuk rakyat Suriah, kami juga telah melihat foto-foto aksi dari lembaga kemanusiaan ini dan aksi dari sang lelaki yang bersamanya ini.

Lalu Qatadah, putera dari Syaikh Abu Qatadah Al Filishthini – semoga Allah segera membebaskan beliau – mengabarkan kepada saya bahwa ayahnya telah mengirimkan surat kepada Tanzhim Daulah 8 bulan yang lalu. Beliau meminta untuk membebaskan lelaki ini namun belum ada hasil, bahkan mereka membantah jika ia ada di tangan mereka. Kemudian setelah itu kami terkejut karena di dalam rekaman video penyembelihan terhadap warga negara Inggris yang pertama, mereka mengancam akan menyembelih lelaki ini.

Qatadah juga mengatakan kepada saya bahwa lembaga yang konvoi bantuannya ini datang (ke Suriah) bersama sang lelaki (Alan Henning) didirikan oleh seorang lelaki muslim yang ia kenal, dan sekarang ia ditahan di Inggris karena mengirim konvoi seperti ini.

Maka kami katakan kepada Jamaah Daulah untuk bertaqwa kepada Allah dalam urusan kaum Muslimin, serta bertaqwa kepada Allah dalam urusan jihad dan Mujahidin. Permasalahannya tidak terletak pada Inggrisnya, atau membela Inggris – seperti yang akan digambarkan oleh orang-orang bodoh – karena kami tidak condong untuk membela Inggris. Inggris telah membunuh ribuan kaum Muslimin dan mendzalimi jutaan orang lainnya dengan menanamkan kompleks yahudi di jantung negeri kaum Muslimin. Akan tetapi permasalahannya adalah pada membela Islam dan jihad agar keduanya tidak dicemarkan nama baiknya; karena Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

الْمُؤْمِنُونَ تَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ يَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ

“Orang-orang mukmin darah mereka sederajat, orang yang paling rendah di antara mereka berjalan dengan jaminan keamanan dari mereka dan mereka adalah satu tangan atas orang selain mereka..” [HR. Nasai No.4664].

Dan lelaki warga negara Inggris ini datang sebagai relawan bersama sebuah badan amal yang didirikan oleh orang-orang Islam, maka kaum Muslimin harus menghormati status jaminan keamanan (amaan) lelaki yang datang untuk membantu dan menolong rakyat Suriah. Orang-orang Islam yang datang bersamanya telah memberikan jaminan keamanan kepadanya, begitu juga dengan orang-orang Islam yang ada di Suriah, yang ia masuk ke dalam wilayah mereka atas seizin mereka, maka apakah masuk akal jika balasan yang ia terima adalah penangkapan dan penyembelihan?!

Ia datang untuk membantu kaum Muslimin, dan ini sudah cukup menjadi alasan agar ia diberikan ucapan terima kasih, bukannya justru disembelih atau didzalimi, yang itu tidaklah dicintai oleh Allah!

Maka kepada Tanzhim Daulah – jika mereka ingin agar Allah mengangkat kezhaliman yang berbondong-bondong menimpa mereka pada hari ini, dan membantu mereka untuk mengatasi kekuatan salibis yang pada hari ini dikerahkan untuk menghadapi mereka dan kaum muslimin – hendaknya ia menghilangkan kedzaliman yang merkea lakukan terhadap kaum Muslimin dan Mujahidin secara umum, serta menjaga alat tempur dan senjata mereka untuk tidak mengarah ke dada para Mujahidin dan mengarahkannya kepada musuh-musuh Allah.

Dan juga untuk menghentikan kedzaliman mereka terhadap para relawan kemanusiaan apapun kebangsaannya, dan tidak menangkap seseorang karena ia berasal dari negara yang mendzalimi kaum muslimin tanpa memerhatikan status individunya dan mencari tahu kebenaran mengenai dirinya. Ia adalah seorang yang rela membantu kaum muslimin yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kedzaliman yang dilakukan oleh negara tempat ia berasal serta permusuhan negara tersebut terhadap kaum Muslimin.

Maka wajib bagi Tanzhim Daulah dan bagi seluruh kaum Muslimin untuk membedakan antara orang-orang semacam mereka yang tidak datang untuk memusuhi kaum Muslimin, sebagaimana Nabi kita shallallahu ‘alayhi wa sallam membedakan antara Uqbah bin Abi Mu’ith, seorang yang memerangi dan memusuhi (Islam) beserta orang-orang semisalnya, dengan Al Muth’am bin Adi, yang seorang pembela dan penolong, meskipun keduanya adalah orang musyrik yang menyembah berhala.

Dan barangsiapa yang di dalam berjihad ia tidak membedakan antara ini (orang yang memerangi – red.) dan ini (orang yang tidak menolong – red.) dan memukul rata tanpa membeda-bedakan, maka ia bukanlah bagian dari mujahidin. Tidak, demi Allah ia bukanlah bagian dari mujahidin! Akan tetapi ia adalah bagian dari musuh jihad yang melakukan pencemaran nama baik terhadapnya dan menghalangi perjalanannya, baik ia tahu maupun ia tidak tahu.

Kaum Muslimin harus ingat, bahwa jihad merupakan sarana untuk mengangkat panji tauhid, maka janganlah menjadikan sarana ini sebagai alat untuk mencemarkan nama baik panji ini dan menghalangi perjalanannya. Oleh karenanya, kami mengingkari penangkapan terhadap orang-orang semisal para pekerja kemanusiaan yang beroperasi di Suriah atau di negeri-negeri kaum Muslimin lainnya ini, mereka mendapat jaminan keamanan – selama tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mereka adalah mata-mata atau musuh –.

Hukum asalnya adalah mereka mendapatkan jaminan keamanan bahkan berhak diberikan apresiasi dan tidak boleh diganggu, karena Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti tidak bersyukur kepada Allah”.

Maka dari itu kami mengajak kepada Tanzhim Daulah untuk melepaskan lelaki ini dan orang-orang semisal dirinya dari kalangan para pekerja kemanusiaan yang masuk ke dalam negeri-negeri kaum Muslimin dengan berbekal jaminan keamanan dari badan-badan amal dan lembaga-lembaga bantuan untuk rakyat Suriah atau rakyat lainnya, sebagai sikap keselarasan dengan hukum syariat, sebagai pencontohan kepada panduan Nabi dalam memperlakukan orang yang membantu dan menolong kaum muslimin, sebagai penolakan terhadap kedzaliman, sebagai bentuk bersikap adil dan sebagai penjagaan terhadap nama baik jihad dan mujahidin. Semoga dengan keberkahan dari itu semua, Allah mau mencukupkan tekanan dari orang-orang kafir serta memusnahkan pasukan dan kekuatan mereka.

Saya meminta kepada Allah Ta’ala untuk menunjuki kami dan juga mereka ke jalan yang lurus. shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat beliau.

Abu Muhammad Al Maqdisi

22 Dzul Qa’dah 1435

- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/fatwa-syaikh-al-maqdisi-mengenai-ancaman-isis-menyembelih-aktivis-kemanusiaan-alan-henning.html#sthash.LWfbi865.dpuf

Pesan Terakhir Alan Henning sebelum Dipenggal ISIS


Warga Inggris, Alan Henning, semasa hidupnya 
sebelum diculik dan dipenggal algojo ISIS.

RAQQA - Alan Henning, warga Inggris yang dipenggal algojo ISIS atau Negara Islam Irak dan Suriah menyampaikan pesan terakhir. Pemenggalan Henning oleh ISIS direkam dalam video yang disebarkan secara online Jumat kemarin.

Alan Henning mengenakan kaus oranye, layakanya seorang tahanan. Dia berlutut di sampaing algojo ISIS yang berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup muka. Henning menyampaikan pesan terakhirnya di hadapan kamera. (Baca: ISIS Penggal Warga Inggris Alan Henning)

”Karena keputusan parlemen kita (Inggris) untuk menyerang ISIS, saya, sebagai anggota masyarakat Inggris, sekarang akan menebus keputusan itu,” bunyi pesan terakhir Henning, sebelum akhirnya leher pekerja bantuan asal Inggris itu dipenggal dengan pisau oleh algojo ISIS yang ada di sampingnya.

Namun, sebelum memenggal algojo ISIS bersuara pria itu juga menyampaikan pesan khusus. ”Darah David Haines berada di tangan Anda Cameron,” katanya mengacu pada Perdana Menteri Inggris, David Cameron. ”Alan Henning juga akan dibantai, tapi darahnya di tangan parlemen Inggris,” katanya lagi. (Baca juga: Algojo ISIS: Darah Henning di Tangan Cameron)

Pemenggalan terhadap Henning dicela sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris, Shuja Shafi. ”Pemenggalan yang diklaim dilakukan pada Henning adalah perbuatan tercela dan ofensif,” kata Shafi, seperti dikutip Reuters, Sabtu (4/10/2014).

”Hal ini sangat jelas bahwa pembunuh Alan Henning tidak menghargai Islam, atau umat Islam di seluruh dunia yang memohon agar Henning dibiarkan hidup,” lanjut Shafi.

Ternyata bukan orang Islam pelaku WTC 11 Sept 2001

TIM FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan)

TIM FAKTA adalah organisasi yang bergerak dalam mengantisipasi pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen terhadap orang-orang Islam. Kristenisasi bukan rahasia lagi, karena Kristenisasi merupakan kegiatan yang diperintahkan oleh alkitab dan gereja kepada umatnya untuk memurtadkan umat Islam agar masuk kedalam agama Kristen, dan ini terjadi diseluruh dunia Islam, khususnya di Indonesia. TIM FAKTA, sudah banyak menyelamatkan orang-orang Islam yang dimurtadkan kemudian sadar dan kembali ke ajaran Islam lagi setelah melalui dialog, diskusi, atau dengan cara rukyah apabila yang dimurtadkan lewat sihir. Memang tantangan bagi TIM FAKTA tidak ringan, sangat berat! tapi ini merupakan tugas kita bersama untuk menyelamatkan saudara-saudara kita seiman dari pemurtadan yang dilakukan oleh umat Kristen. Selain itu, TIM FAKTA juga konsen dengan gerakan serupa yang tujuannya untuk mendangkalkan aqidah umat Islam seperti yang dilakukan oleh Jaringan Islam Libral, dan faham-faham sesat lainnya. Semoga Allah selalu meridho'i jalan yang kami tempuh untuk menegakan kalimah yang benar/hak yaitu "TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH"

(Tulisan TIM FAKTA bisa dibaca di majalah Islam "Sabili" artikel "Bimbingan Tauhid")
TIM FAKTA Melayani Diskusi, Dialog dan Konsultasi Agama. Kontak Pengasuh: 0818844393, 081314416666, 08165425227, 08179970066, 08158338083, 081383384433, email: timfakta@yahoo.com - timfakta@gmail.com. Dompet Anti Pemurtadan: Bank Muamalat no. rek.305.1959.422 an. FAKTA. dan Bank BCA no. rek. 1661.804.888 an. Abud Syihabuddin

SALURKAN INFAQ ANDA

INFAQ PEDULI AL AQSHA (Palestina)
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI
No. Rek. 311.01856.22 an. Nurdin QQ. KISPA

INFAQ "KISPA PEDULI NEGERI"
Khusus Membantu Korban Bencana DI INDONESIA
Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cab. Fatmawati
No. Rek. 911.05871.99 an. Andi Syafuddin QQ KISPA.

INFAQ OPERASIONAL RELAWAN KEMANUSIAAN KISPA
Khusus untuk Pengiriman Bantuan Rakyat Palestina
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan
no. 116 70246 96 an. Muhendri

"INFAQ DUNIA ISLAM" KISPA
Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Tanah Abang
No. Rek. 2640024043 an. Dasrial

AGAMA YANG DITERIMA ALLAH HANYA ISLAM

QS.3 Ali Imran:85. Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka SEKALI-KALI TIDAKLAH AKAN DITERIMA DARINYA, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi . QS.3 Ali Imran:19. Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH ISLAM. QS.3 Ali Imran:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam . QS.2 Baqarah:132 ..."Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam ".
Design by Blogger Islamic Template